Komisi II DPRD Kalteng Dorong Minuman Tradisional Khas Kalteng Dilegalkan

Foto : anggota Komisi II DPRD Kalteng, Ina Prayawati

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Wilayah Indonesia tentunya kaya adat, istiadat serta budaya yang beraneka ragam. Tak heran jika hal tersebut menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung.

Adanya kunjungan wisatawan asing ke sejumlah daerah, tentunya berpengaruh terhadap Produk Domestik Bruto Sektor Pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah. Sehingga untuk memaksimalkan hal itu,  Pemerintah Daerah terus berlomba-lomba mendorong peningkatan sektor tersebut.

Hal itu juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini. Dimana Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, terus mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalteng, untuk menggelar berbagai event seni budaya dan pariwisata.

Upaya Pemerintah Daerah dalam mendorong sektor pariwisata tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan legislatif Kalteng.

Seperti yang disampaikan anggota Komisi II DPRD Kalteng, Ina Prayawati bahwa segi kuliner khas dayak seperti minuman tradisional khas Bumi Tambun Bungai juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata, sekaligus melestarikan adat, istiadat, budaya di Kalteng.

“kita berharap kedepannya minuman tradisional khas Bumi Tambun Bungai bisa dilegalkan, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, serta melestarikan budaya suku Dayak dalam segi Kuliner.” kata Ina Prayawati, sabtu (29/2)

Ia berpendapat, saat ini ada sejumlah wilayah yang telah melegalkan menuman khas daerah guna mendukung pariwisata serta melestarikan adat istiadat serta budaya, diantaranya yaitu wilayah Bali yang terkenal dengan minuman Arak Bali dan Wilayah Manado, Provinsi Sulawesi Utara yang juga terkenal dengan Arak khasnya.

“melalui kunjungan Kerja (Kunker) ke wilayah Manado, kami dari Komisi II DPRD Kalteng mencoba memperjuangkan agar minuman khas Kalteng juga bisa dilegalkan,” Ucapnya menambahkan.

Wakil rakyat Dapil IV, meliputi Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya ini juga menerangkan, Provinsi Kalteng sendiri memiliki minuman khas suku Dayak, yang diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang, diantaranya yaitu Tuak dan Baram yang berasal dari fermentasi beras ketan.

Namun, Lanjut Politisi PDI-P ini bahwa kedua jenis minuman khas Kalteng tersebut belum memiliki legalitas, dan pihaknya akan memperjuangkan agar kedepannya minuman khas Kalteng ini bisa dilegalkan oleh Pemerintah Daerah.

“Apabila memang bisa dilegalkan untuk kepentingan pengembangan pariwisata dibidang Kuliner serta pelestarian budaya, kenapa tidak. Oleh karena itu, hasil kunjungan kami ini akan segera kami sampaikan kepada pihak Pemerintah Daerah agar bisa ditindaklanjuti,” Pungkasnya.(aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: