Tenaga Pendidik Jadi Orang Tua Kedua di Sekolah

Foto : Kepala DisdaldukKBP3A Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Rasa keingintahuan yang besar, merupakan hal yang wajar bagi setiap anak, yang berada pada masa usia anak tumbuh kembang. Keingintahuan untuk mencoba hal-hal yang baru baginya, itu menjadi perihal yang lumrah.

Kendati demikian, itu tetap menjadi hal yang sangat penting, untuk selalu mendapat pengawasan dari semua pihak, terlebih ketika anak-anak sedang berada di sekolah. Hal ini, seperti yang disampaikan oleh Kepala DisdaldukKBP3A Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, saat dibincangi awak media, belum lama ini.

Sahdin Hasan mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan di sampaikan kepada anak-anak. Pertama bercanda atau guyonan boleh-boleh saja namun jangan berlebih.

“Namanya anak-anak memang lagi aktif-aktifnya dalam melakukan kegiatan seperti guyon dan jahil-jahilnya, jadi di perlukan pengawasan intensif terhadap anak-anak ketika bermain,” Ucap Sahdin, Jumat (28/2)

Saat anak-anak didik berada di lingkungan sekolah, kepala sekolah dan guru, dapat terus berperan melakukan pembimbingan dan pengawasan, terhadap anak muridnya. Sehingga mencegah terjadinya kekerasan atau ‘bullying’ yang terjadi di sekolah.

Tidak hanya itu, kepala sekolah dan guru, juga dapat berperan sebagai orang tua kedua di sekolah. Dimana, saat berada di rumah pembimbingan dan pengawasan dilakukan oleh orang tua kandung, sedangkan saat di sekolah hal tersebut, dilakukan oleh kepala sekolah dan para guru, sehingga dapat membentuk karakter yang positif bagi anak itu sendiri.

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya sudah menerapkan sekolah ramah anak, dengan tujuan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan. Sebagai percontohannya, SDN 6 Palangka Raya, yang merupakan salah satu sekolah dengan model ramah anak.

Tambahnya, pendidikan dan perlindungan anak adalah merupakan tanggungjawab bersama, baik dari orang tua dan masyarakat lingkungan sekitar. Karena lingkungan sekitar juga berperan penting dalam pendidikan pembentukan karakter anak.

“Saya harap masyarakat di Kota Palangka Raya memiliki sensitivitas terhadap perlindungan anak itu harus ada, dan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.” Tutup Sahdin.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: