Beritakalteng.com, BUNTOK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Selatan sama-sama menutup diri soal data titik api dan anggaran yang digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Karhutla di Barsel semakin meluas, sejumlah wilayah di setiap Kecamatan setiap hari mengalami kebakaran, kabut asap mulai menebal dan mengancam kesehatan warga.
Bahkan, Bupati Barsel, Eddy Raya Samsuri telah menerbitkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana serta meliburkan sekolah dari tingkat PAUD, SD dan SMP.
Namun sayangnya, BPBD yang merupakan leading sektor dalam penanganan bencana ini, belum juga mau membuka data mengenai jumlah titik api karhutla. Ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (19/8/2026) Kepala BPBD Barsel, Agus In’yulius melemparkan kepada Kepala Bidang, yang kemudian Kepala Bidang ini melemparkan ke staf lainnya, yang mana hingga saat ini belum juga memberikan data yang diminta oleh media.
Bahkan pada hari Kamis (20/8/2026) ketika awak media berusaha mengkonfirmasi kembali terkait data ini dan hendak menemui secara langsung, Agus In’yulius menghindar dan hanya menjanjikan akan menemui setelah pelaksanaan rapat dengan Sekda. Hingga malam hari awak media menunggu, yang bersangkutan tidak juga bisa dihubungi dan ditemui.

Sementara itu, Kepala BPKAD Barsel, Ali Sadikin, pada Rabu (19/8/2026) saat dikonfirmasi oleh media terkait perihal anggaran penanganan Karhutla, hanya menjelaskan bahwa dana untuk penanganan bencana itu bersifat fleksibel dan bisa diambil dari mata anggaran manapun.
“Waalaikum Salam, anggaran untuk penanganan bencana pleksibel dan menyesuaikan kondisi dan waktu bencana boleh diambil dari kegiatan apapun sepanjang masih secara mata anggaran tidak bertentangan misal nya pengadaan BBM di BPBD, bisa diarah kan untuk penanganan bencana, kalau belanja tidak terduga juga tidak semua untuk karhutla bisa juga untuk banjir, wabah penyakit, bencana sosial, dll,” terangnya via pesan singkat.
Dia beralasan bahwa sampai dengan hari ini, anggaran penanganan bencana belum bisa dihitung karena menunggu hasil reviu dari Inspektorat.
“Sampai hari ini Belum bisa di hitung pak Karena ini Belum Semua kecamatan masuk, baru beberapa kecamatan yang masuk, yang lain nya masih di review inspektorat,” terang Ali.
Tanpa merinci secara pasti jumlah anggaran yang disiapkan, Ali mengatakan apabila hanya anggaran yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dibuka, maka menurut dia hal itu tidak konprehensip, karena masih ada anggaran-anggaran lain yang digunakan oleh sejumlah instansi dalam upaya penanganan bencana Karhutla ini.
“Siap, terima kasih atas perhatiannya untuk kondisi barsel, mohon maaf atas terbatas nya informasi, kalau sekira nya aku cuma informasikan hanya dari anggaran tidak terduga (BTT) kurasa kurang konprehensip karena boleh jadi ada dana dari dinas terkait, boleh jadi juga ada dana dari provinsi atau dana dari pemerintah pusat yang langsung di terima instansi yang terkait, bantuannya juga tidak harus berupa pendanaan bisa juga dalam bentuk yang lain, misalnya slang atau pompa dll,” tandasnya.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah