Hapus Kekerasan Jurnalis dari Peta Konflik

FOTO : Istimewa

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 3 Mei. kebebasan pers merupakan sebuah hal yang penting untuk terus dijaga, hari kebebasan pers hakikatnya merupakan sebuah penghargaan pada jurnalis dimanapun berada, oleh karena itu kebebasan pers harus terus di junjung dan di jaga bersama.

“Pada kesempatan peringatan hari kebebasan pers sedunia yang diperingati tanggal 3 Mei 2021 tahun ini ini saya selaku pengurus Partai Solidaritas Indonesia mengapresiasi kerja kerja jurnalistik dengan segala tantangan dan resikonya,” kata Sekretaris DPW PSI Kalimantan Tengah, Rano Rahman, senin (3/5/2021).

Miris memang ketika berbicara fakta, berdasarkan temuan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) bahwa kekerasan terhadap wartawan sejak tahun 2006 telah terjadi 800 kasus lebih dan paling banyak terjadi pada tahun 2020.

Belum lama 27 Maret 2021 seorang wartawan media nasional disekap dan dianiaya di Surabaya karena menggali informasi terkait kasus korupsi.

“Harapan kita tidak ada lagi wartawan di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah yang diintimidasi baik secara mental maupun secara fisik oleh siapapun dan dalam bentuk apapun,” jelasnya menambahkan.

Tidak ada alasan selain hapus kekerasan kepada jurnalis dari peta konflik Indonesia. Merujuk tema hari pers sedunia pada tahun ini yaitu “informasi sebagai barang publik”.

“sesuai perkembangan kekinian tentunya kita berharap informasi dari hasil kerja profesional junalistik mampu menjadi alat untuk koreksi atas berbagai misinformasi (hoax) dan konten berbahaya lainnya, Selamat Hari Kebebasan Pers, maju terus pers Indonesia,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: