Foto : Kepala PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor (tengah) bersama sejumlah anggota DPRD Barsel dan massa aksi saat menunjukan Surat Pernyataan tidak akan ada lagi pemadaman bergilir per tanggal 5 Agustus 2026, Senin (3/8/2026).

PLN Langgar Komitmen, Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel-Teng Kembali Diberlakukan

Beritakalteng.com, BUNTOK – Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali melanggar komitmen terkait pelayanan, pemadaman listrik bergiliran kembali diberlakukan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Teng).

Gelombang protes warga terkait pelayanan listrik di wilayah Kalsel-Teng sebelumnya mendapatkan respon dari PLN, dengan memastikan bahwa per tanggal 5 Agustus 2026 kondisi listrik akan mulai normal.

Namun, nyatanya hingga Sabtu (8/8/2026), PLN tetap memberlakukan pemadaman listrik bergiliran di Kalsel-Teng. Salah satu yang terdampak adalah Kabupaten Barito Selatan.

Saat dikonfirmasi, Kepala ULP PLN Buntok, Vivin Aprianor, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari belum cukupnya daya yang bisa dipasok oleh PLN dengan jumlah kebutuhan pelanggan. Meskipun ada tambahan daya dari satu mesin kapasitas 100 MW PT SLK di Kabupaten Gunung Mas.

“Pembangkit yang di Gunung Mas masih proses masuk ke sistem, jadi masih perlu ada manajemen beban infonya,” terangnya melalui pesan singkat.

“Iya, kondisi tanggal 5 ini kan kemaren sudah dijelaskan masih (status) siaga. (Jumlah pasokan) pas benar antara daya mampu sama kebutuhan masyarakat,” sambung Vivin menjelaskan.

Sementara itu, Asisten Manajer UP3 PLN Palangka Raya Bidang Jaringan dan Konstruksi, Sesen, kemudian menyampaikan penjelasan resmi perusahaan. PLN menyebut sistem kelistrikan Kalsel-Teng saat ini masih berada dalam kondisi siaga. Kondisi tersebut kembali terjadi setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) mengalami gangguan pada 6 Agustus 2026.

“Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan Kalselteng kembali menurun sehingga status sistem masih berada dalam kondisi siaga,” kata Sensen, Jumat (7/8/2026) sore.

Sebelumnya, kondisi kelistrikan sempat membaik setelah PLTU TPI Unit 2 beroperasi lebih cepat dari target pada 28 Juli 2026. Tambahan pasokan juga masuk setelah PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 mulai beroperasi pada 5 Agustus. Namun, perbaikan tersebut kembali terganggu setelah terjadi kebocoran pada bagian boiler PLTU TPI. Akibatnya, kemampuan pasok listrik kembali terbatas.

Kondisi itu membuat PLN memastikan pemadaman bergilir secara terbatas masih diberlakukan kepada sebagian pelanggan selama tujuh hari ke depan. PLN berdalih langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan sistem sembari menunggu proses perbaikan pembangkit.

Perusahaan juga mengaku terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia. Pengaturan operasi sistem dilakukan agar dampak pemadaman terhadap fasilitas vital, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi dapat ditekan.

Bahkan PLN meminta masyarakat memantau perkembangan sistem kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan kanal resmi perusahaan.

Dengan kondisi sistem yang masih siaga dan pemadaman dipastikan berlangsung hingga tujuh hari ke depan, masyarakat Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalsel-Teng kini kembali harus bersiap menghadapi gangguan pasokan listrik.

Padahal, sebelumnya PLN sudah optimis bahwa pemadaman bergilir tidak akan lagi diberlakukan per tanggal 5 Agustus 2026, karena adanya tambahan pasokan daya dari PLTU PT SLK Gumas sebesar 100 MW.

Tambahan pasokan daya ini dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan di Kalsel-Teng, dan dinyatakan sebagai masa siaga sembari menunggu perbaikan sejumlah mesin pembangkit listrik lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *