GTPPC-19 Barsel Berencana Gunakan BLK Sebagai Tempat Isolasi

Pers Rilis : Dalam pers rilisnya, Selasa (28/7/2020), GTPPC-19 Barsel wacanakan opsi pemanfaatan BLK sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Seiring dengan semakin lajunya kasus terkonfirmasi positif virus Korona (Covid-19) di Kabupaten Barito Selatan, Pemerintah Daerah setempat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) mulai mewacanakan opsi pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK), sebagai tempat isolasi mandiri para pasien Sars Cov 2 tersebut.

Sebagaimana dilaporkan dalam rilis resmi GTPPC-19 Barsel, sampai hari Selasa (28/7/2020), secara kumulatif jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Batuah itu sudah mencapai angka 104 kasus, dengan rincian 57 orang dalam perawatan, 43 orang dinyatakan sembuh dan 4 orang meninggal dunia, serta ada 12 orang lainnya yang masuk dalam daftar suspec.

Membludaknya jumlah pasien tersebut, membuat ruangan isolasi yang tersedia di RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok, tidak lagi mampu menampung.

Sementara RSUD Doris Sylvanus (RSDS) sebagai RS rujukan yang berada di Palangka Raya, kini juga mengalami keadaan yang sama, yaitu tidak ada lagi ruangan yang tersedia untuk dijadikan tempat isolasi penderita penyakit yang mewabah pertama kali di Provinsi Wuhan, Tiongkok tersebut.

Guna mengantisipasi kemungkinan adanya penambahan jumlah pasien yang lebih banyak lagi, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus juru bicara GTPPC-19 Barsel, dr. Djulita Kurniadia Palar mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah memikirkan opsi untuk meminjam ruangan di BLK Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Kelurahan Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan, Kota Buntok itu, untuk dijadikan ruang isolasi mandiri.

Pasalnya, sebut Djul, saat ini Pemkab melalui GTPPC-19 lebih memfokuskan diri untuk melakukan upaya pencegahan.

“Saat ini kita masih mengutamakan pencegahan, namun memang ada rencana kedepannya kita membuat ruang isolasi di BLK,” sebutnya dalam pers rilis GTPPC-19 yang digelar di Aula Setda Kantor Bupati setempat, Selasa (28/7/2020).

Sementara itu, berkaitan dengan kemungkinan adanya opsi lainnya, seperti pembukaan dan pengaktifan kembali posko-posko pantau yang sempat ditutup karena penjajakan tatanan kehidupan baru (New Normal), Sekretaris Daerah sekaligus Sekretaris GTPPC-19 Barsel, Eddy Purwanto, mengakui akan segera mengkomunikasikannya dengan Kepala Daerah dan seluruh struktur GTPPC-19 setempat.

“Kita akan menyarankan kembali hal itu kepada pimpinan,” tukas Eddy.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: