
Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi bersama Wakil Rektor UPR Bidang Akademik Prof Dr Ir Salampak MS menyaksikan Ujian Akhir mahasiswa program studi (prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT), Wahyu Setya Sasongko, melalui sambungan virtual Hangout Meet, dari Rumah Jabatan (Rujab) Rektor UPR, Rabu (29/4/2020) pagi.
Adapun judul tugas akhir yang diujiankan, ialah Optimalisasi Waktu dan Biaya Proyek Menggunakan Program Linear Interactive Discrete Optimizer (LINDO) pada Pembangunan gedung di Kota Palangka Raya. Dimana, metode ujian dilaksanakan melalui sambungan virtual atau dalam jaringan (daring) menggunakan Hangouts Meet.
Dalam sambungan virtual tersebut juga diikuti para tim penguji lainnya, yakni Ketua (Penguji 1) Apria BP Gawei ST. MT., Sekretaris (Penguji 2) Veronika Happy P ST. MT., Penguji 3 (Kaprodi TS FT UPR) Dr. Rudi Waluyo ST. MT., Penguji 4 (Dekan FT UPR) Ir Waluyo ST. MT., serta Penguji 5 Dewantoro ST. MT.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPR Dr. Andrie Elia, selain menyaksikan proses ujian akhir juga berkesempatan mengajukan beberapa pertanyaan terkait judul tugas akhir, seperti tujuan penulisan dan penguasaan materi dari mahasiswa tersebut.
Selain itu, Dr Andrie Elia juga mengatakan, meski saat ini pihaknya tetap bekerja dari rumah, kuliah dari rumah, bahkan melaksanakan ujian dari rumah, tidak berarti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) terhenti.
“Buktinya, pelaksanaan ujian akhir, terhadap mahasiswa Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UPR atas nama Wahyu ini bisa berjalan. Saya berharap, dari penulisan ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, sekaligus bisa memberikan kontribusi pemikiran untuk pembangunan di wilayah Kota Palangka Raya,” Ucap Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng tersebut.
Sambung Pria yang memiliki ciri khas Peci Loreng Macan Kalimantan tersebut, untuk saat ini diharapkan semua kegiatan civitas akademisi lingkup UPR, dapat dilakukan dari rumah atau Work For Home (WFH), bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah.
“Hal itu, sebagaimana adanya anjuran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), serta berbagai anjuran pemerintah, terkait protap kesehatan, guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” Pesannya.
Ia juga menambahkan, hendaknya kepatuhan tersebut juga bisa diikuti oleh masyarakat, agar bisa sadar mengikuti berbagai anjuran pemerintah, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir.
Serta tetap tinggal di rumah, jangan bepergian bila tidak ada kepentingan yang sangat mendesak. Selalu menggunakan masker, bila berada di luar rumah dan tetap menjauh dari kerumunan, dengan menerapkan sosial dan physical distancing.
“Karena, selain pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, masyarakat juga memiliki peranan penting, yakni satu-satunya cara mengikuti protap kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” Tutupnya.(YS)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah