Foto : Ilustrasi (Dok. Beritakalteng.com)

Pemprov Kalteng Mulai Himpun Data Pekerja Rentan Terpapar Covid-19

Foto : Ilustrasi (Dok. Beritakalteng.com)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran wabah pandemi COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, pemerintah pusat hingga daerah telah mengeluarkan sejumlah instruktsi yang meminta, agar masyarakat tetap tinggal di rumah.

Akan tetapi kebijakan tersebut secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian masyarakat setempat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan harian dan para pelaku UMKM yang sangat merasakan dampak tersebut.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng, saat ini telah mempersiapkan program perluasan bantuan sosial, berupa bantuan sembako dan stimulan bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Dimana, saat ini Pemprov Kalteng, melalui Dinas Sosial (Dinsos) provinsi, kabupaten kota se Kalteng, sedang melakukan pendataan kepada masyarakat yang terdampak secara langsung.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Sosial drs. Budi Santoso, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, Suryanto menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data. Dimana, masing-masing kabupaten kota se Kalteng, sudah melakukan proses pendataan.

“Hari ini selasa (14/04), adalah hari terakhir untuk masing-masing kabupaten kota se Kalteng melakukan pendataan. Yang sudah masuk ke kami dari 14 kabupaten/kota tercatat sekitar 161.017 KK, dan ini yang masuk kedalam data terpadu kesejahteraan sosial di wilayah Kalteng,” Ucap Suryanto.

Adapun rincian dari data terpadu kesejahteraan sosial tersebut, diantaranya ialah mulai dari bulan Januari 2020 kemarin jumlah penerima bantuan ada sebanyak 73.995 KK, kemudian pada bulan April ada 15.410 KK, dan rencana nya lagi yang akan menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos RI ada sekitar 51.099 KK.

Sehingga, jumlah KK yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang sudah menerima progam dari Kemensos RI, yakni ada sebanyak 140.352 KK. Dan sisanya, ada sekitar 20.665 KK yang masih belum menerima bantuan dari Kemensos RI.

“Target kita kepada masyarakat yang belum menerima program dari Kemensos RI atau Kementerian lainnya, serta para pekerja rentan tertular dampak dari COVID-19. Dan, saat ini kami pun sedang melakukan penginputan data,” Imbuhnya.

Lebih lanjut diterangkannya, batas akhir penginputan data, dari masing-masing kabupaten kota se Kalteng pada hari ini. dari data yang masuk tersebut, kemudian akan dipilah dan diolah oleh tim teknis.

Selanjutnya, pihaknya juga akan memilih, nama-nama mana saja yang sudah menerima bantuan dari Kemensos RI, seperti penerima manfaat Bantuan Sosial, penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras dan dari instansi lain sebagainya.

“Bagi nama-nama yang sudah menerima manfaat program Kemensos RI dan dari instansi lainnya, maka dipastikan tidak akan menerima bantuan ini. Jadi, bantuan dampak COVID-19, lebih ditujukan bagi warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat,” Ujarnya.

Dikatakan Suryanto, ini merupakan perluasan dari program penerima bantuan sosial lainnya. Namun, secara teknis ini juga akan kembali dirapatkan bersama unsur pimpinan. “Peran Dinsos, hanya melakukan proses pendataan, dimana secara teknisnya, kita juga akan mengikuti arahan dari pimpinan,” Terangnya.

Selain itu, dalam proses lapangan, masing-masing kabupaten kota se Kalteng, meminta agar RT atau RW dapat melakukan pendataan kepada warganya. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak pasif menunggu, agar bisa aktif melaporkan dirinya kepada RT maupun RW untuk bisa didata.

Kembali dijelaskannya, semua data yang masuk akan direkap. “Kami juga mengusulkan kepada pimpinan, untuk bisa melakukan verifikasi dan validasi data, dimana kami juga akan membentuk tim verifikasi dan validasi data, agar harapannya data yang didapat tersebut dapat benar-benar akurat dan tepat sasaran,” Katanya mengusulkan.

Rp.9 Miliar Honorarium Pribadi Gubenur Kalteng Diserahkan untuk Tangani Covid-19

Sementara itu, ditempat terpisah Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, menyikapi pandemi COVID-19 di Kalteng, Ia merasa terpanggil dan turut berempati. Tidak hanya dari anggaran yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah provinsi Kalteng.

Bahkan Dirinya pun juga akan menyumbangkan honorarium Gubernur dan anggaran Rumah Tangga, serta tunjangan Gubernur kepada warga yang kurang mampu, terutama bagi warga yang terdampak langsung COVID-19.

“Setelah kami hitung-hitung, dari kesemua honorarium tersebut, totalnya kurang lebih sekitar Rp. 9 milyar. Jadi, saya selaku Gubernur Kalteng, akan menyumbangkan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak COVID-19, dan setelah dihitung jika dibelikan sembako, kurang lebih bisa membeli 100.000 paket sembako,” Katanya seusai melaksanakan video conference (vicon), bersama Bupati/Walikota se Kalteng, di Istana Isen Mulang, Selasa (13/04) kemarin.

Sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Kalteng Berkah ini, H Sugianto Sabran, berharap, apa yang Ia lakukan, bisa menjadi menginspirasi pejabat lainnya, baik di kabupaten/kota  di Provinsi Kalteng, untuk bisa mengikuti hal tersebut.

“Saya juga sudah menghimbau para Bupati/Walikota se Kalteng, untuk bisa turut menyumbang, kepada masyarakat kurang mampu yang ada di daerahnya masing-masing. Selain itu, saya juga mengingatkan, agar bantuan bisa diberikan secara iklhas, tanpa ada motif politik, membeda-bedakan suku, agama dan golongan tertentu,” Pungkasnya.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *