RSUD Jaraga Sasameh Siap Tangani Sementara PDP Covid-19

Foto : Kanit Humas RSUD Jaraga Sasameh Buntok Noorhalidah, saat menerima pasokan APD yang diserahkan oleh Kasi kefarmasian, alkes dan PKRT Dinkes Barsel M.Haris, Jumat (28/3/2020).

Beritakalteng.com, BUNTOK – RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok, Kabupaten Barito Selatan menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) suspect Corona (Covid-19), sebelum dirujuk ke Rumah Sakit rujukan apabila dipandang perlu.

Dibeberkan oleh Direktur RSJS dr. Leonardus P. Lubis melalui Humas RSJS Noorhalidah, kepada awak media, Senin (30/3/2020), sedikitnya lima bed ruang isolasi dengan standar tekanan negatif yang disiapkan oleh pihaknya untuk penanganan sementara khusus PDP.

“Isolasi khusus kami punya lima bed, ruang dengan standart tekanan negatif,” sampaikan wanita yang akrab disapa Halidah ini.

Terkait hal tersebut, RSJS mendapat perhatian pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten bertempat di ruang humas RSJS, Jumat (28/3/2020) malam, Noorhalidah, menerima langsung bantuan dari pemerintah pusat yang diantar langsung oleh Kasi kefarmasian, alkes dan PKRT Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel M.Haris,
yakni sebanyak 28 buah Alat Pelindung Diri (APD) cover all.

Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah pusat, tapi diakui oleh Halidah lagi, pihak RSJS juga menerima bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Barsel, Minggu (22/3/2020).

Bantuan berupa 200 masker N95 itu, diserahkan langsung oleh ketua bidang penanggulangan bencana PMI dr. H Norman Wahyu kepada Direktur RSJS dr. Leonardus P. Lubis.

Menanggapi bantuan itu, Halidah menyampaikan syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur yang secara sukarela dalam menunjukan kepedulian mereka.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang sudah di berikan, dimana kami memang sangat membutuhkan APD tersebut, apalagi seperti yang kita tahu bersama, barang tersebut mulai sulit didapat sekarang ini,” apresiasinya.

Dijelaskan oleh Halidah, bantuan berupa APD tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga keselamatan pasien dan petugas kesehatan RSJS, terutama yang bersentuhan langsung dengan pasien, baik dokter, perawat, driver dan cleaning service yang merawat dan melayani PDP dan ODP.

Namun, meskipun dari sekian banyaknya bantuan yang diterima oleh pihaknya, diakui Halidah, itu masih jauh dari kata cukup, karena belum ada kepastian sampai kapan bencana tersebut akan berakhir.

Untuk itu, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang berkeinginan memberikan bantuan dalam bentuk apapun, guna mendukung para petugas medis dalam upaya memerangi wabah penyakit yang disebabkan oleh Sars Cov 2 itu, baik perorangan ataupun melalui badan organisasi ataupun kelompok.

“Selain sangat membutuhkan APD karena susah didapatnya, maka kami menerima bantuan dari donatur yang bersedia memberikan bantuan berupa APD, yang pastinya itu akan sangat membantu kami dalam menjalankan tugas penanganan PDP Covid 19 ini,” tandasnya.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: