Klarifikasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Soal Penutupan Bandara Tjilik Riwut

Foto : Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S Ampung. 

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S Ampung menegaskan sekaligus mengklarifikasi, terkait perihal adanya usulan bapak Gubernu Kalteng H Sugianto Sabran, untuk menutup Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, seperti pesannya yang tersampaikan dalam video singkat tersebut.

Diterangkan Leonard, sebenarnya itu bukan maksudnya untuk menutup bandara secara total, namun lebih pada pembatasan akses, hanya di Bandara Tjilik Riwut saja. Sementara, untuk bandara-bandara lainnya, masih bisa beroperasional seperti biasanya.

“Adapun tujuannya itu sendiri, ialah adanya keinginan bapak Gubernur Kalteng, untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah secara umum, terlebih khususnya lagi masyarakat Kota Palangka Raya, yang sebagaimana kita ketahui saat ini Kota Palangka Raya, berada pada ‘zona merah’, itu terlihat dengan adanya warga Kota Palangka Raya, yang sudah dinyatakan positif COVID-19, itu agar dapat menekan dan memutus mata rantai persebaran wabah virus tersebut,” Ucapnya, Minggu (29/03).

Sambung Leonard, berkenaan dengan penutupan bandara, tentunya itu tidak serta merta saat itu bisa ditutup. Pasalnya, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Seperti, adanya beberapa tahapan pembahasan dan koordinasi dengan pihak terkait, yang memiliki wewenang.

Sebagai tindaklanjut usulan tersebut, Kembali Leonard menerangkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II, selaku otoritas Bandara Tjilik Riwut, serta melakukan koordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal (Ditjend) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Sementara, untuk pengawasan melalui jalur pelabuhan laut dan melalui jalur darat, untuk akses keluar masuk Kota Palangka Raya, pengawasan di sejumlah pos-pos yang sudah ada, dan tersebar di sejumlah titik akan semakin diperketat.

“Besok Senin 30 Maret 2020, Pemprov Kalteng bersama Unsur Forkompinda Provinsi, dan PT Angkasa Pura II akan menggelar rapat terbatas, membahas perihal tersebut. Untuk hasilnya, masih belum bisa kita sampaikan saat ini, tunggu saja nanti, setelah adanya hasil dari pertemuan besok,” Tutupnya.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: