Pelatihan Dalkarhutla PT. IFP Mendapat Apresiasi

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- atas kerjasama dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan Daerah Operasi Manggala Agni Kalimantan.

PT. Industrial Forest Plantation (IFP) melaksanakan Pelatihan Regu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Tahun 2020, Selasa (18/2). Pelatihan selama dua hari di Estate Lahei itu, diikuti 30 karyawan PT. IFP.

Iptu Kiryanta, KBO Satsabhara mewakili Polres Kapuas mengapresiasi Pelatihan Dalkarhutla PT. IFP ini.

“kita harus bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, agar kondisi dan aman, kata Iptu Kiryata saat menyaksikan latihan tersebut,” kata Kiryanta.

Ia juga mengingatkan kembali Maklumat Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs. Ilham Salahudin, S.H., M.H tentang mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Diharapkan kita semua berpartisipasi memberitahukan pada warga-warga agar bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan.  Kita juga harus menyampaikan pada masyarakat, dampak dari kebakaran hutan dan lahan, seperti kabut asap yang menyebabkan polusi udara dan menganggu kesehatan,” katanya.

Iptu Kiryanta mengharapakan agar peserta menyampaikan pada warga desa, supaya mereka dapat paham dan sadar bahwa menggarap lahan atau hutan dengan cara dibakar dapat menggangu kegiatan dan kenyamanan masyarakat lainnya.

“Selain itu, pembakar hutan bisa dihukum sampai 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp. 10 miliar. Ini Tidak main-main,” kata Iptu Kiryanta. Ancaman hukuman tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Sementara itu Kodim 1011/Kuala Kapuas yang diwakili Asiamsul, juga menegaskan dukungan pada kegiatan pelatihan yang dilaksakan PT. IFP.

“Kita memang harus melibatkan masyarakat setempat agar berpartisipasi. Kita harus melakukan pendekatan secara persuasif dan tidak lelah mensosialisasikan dampak kebakaran hutan,” katanya menambahkan.

Dengan langkah-langkah seperti itu, Asiamsul berharap, bisa mencegah warga membakar lahan dan hutan. Mencegah Karhutla bukan hanya tugas Pemadam Kebakaran, TNI maupun Polri, namun tanggung jawab semua.

Karena itu, berbagai upaya harus dilakukan, dengan melibatkan apatir desa, terutama Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa dan Ketua RT, agar berpartisipasi serta berperan secara aktif dalam usaha pencegahan bencana kebakaran tersebut.

Pada acara pembukaan pelatihan itu, dihadiri Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Wilayah (DAOPS) II Kapuas Aswaludin, Haris Piyorio dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kapuas Tengah beserta Tim Trainer Dalkarhutla, Estate Manager PT. IFP Yustinus Sarono beserja jajarannya.(bk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: