Virus Corona Pengaruhi Ekspor Kalteng, Sudarsono : Cari Alternatif Negara Tujuan

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Adanya wabah virus corona yang melanda negara China, tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga memiliki imbas pada perekonomian global, nasional, bahkan lokal. seperti Kalteng  yang menjadikan China dan sekitarnya menjadi negara mitra dagangnya.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Sudarsono menyebutkan, meskipun negara China dan sekitarnya tidak menjadi negara tujuan utama perdagangan luar negeri (ekspor) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), namun yang pasti itu akan berdampak pada ekspor Kalteng, hingga beberapa bulan kedepan.

“Berkenaan dengan itu, saya berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, melalui dinas terkait, dapat sesegera mungkin mencari alternatif negara tujuan. Karena, hal ini dimaksudkan supaya perdagangan ekspor Kalteng, dapat terus berjalan dan meminimalisir pengaruh, dari adanya imbas wabah virus corona itu sendiri,” kata Sudarsono, minggu (16/2).

Politisi Partai Golkar Kalteng berkeyakinan Kalteng sendiri memiliki negara alternatif tujuan ekspor lainnya. Ia juga mendorong, agar Kalteng dapat terus menggali sejumlah potensi komoditas dagang, yang diminati pangsa pasar dunia.

“Kalau untuk impor, saya rasa secara nasional ataupun Kalteng, masih bisa menahan diri, dengan lebih meningkatkan sejumlah komoditas produksi dalam negeri. Namun, yang menjadi perhatian, ialah pada perdagangan luar negeri, yang tentunya akan sangat berpengaruh,” ujar Sudarsono menambahkan.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan, keterangan yang disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Kalteng, Yomin Tofri saat didampingi jajaran menyampaikan, pada bulan Desember 2019, ekspor Kalteng mencapai US$ 15,79 juta (naik 63,33 persen). Sementara,  untuk impor mencapai US$ 2,71 juta (turun 42,83 persen).

Dimana, secara kumulatif, Jepang masih menjadi pangsa pasar ekspor Kalteng terbesar, yakni senilai US$ 714,21 juta, meskipun terjadi penurunan sebesar 0,36 persen dibandingkan tahun 2018. Di posisi kedua, ekspor dengan tujuan Tiongkok senilai US$ 528,56 juta, terjadi kenaikan sebesar 52,84 persen, dibandingkan tahun 2018.

Adapun perolehan nilai ekspor Kalteng, selama bulan Desember 2019, didominasi dari sumber daya alam, yang masih menjadi komoditas unggulan ekspor Kalteng. Hal ini, terlihat dari cukup tingginya nilai ekspor bahan bakar mineral (US$ 120,26 juta), atau berkontribusi sebesar 55,73 persen, dari keseluruhan nilai ekspor.

Adanya wabah virus korona, yang melanda sejumlah negara, terutama China dan sekitarnya, akan berpengaruh pada ekspor Kalteng, hingga 3 bulan mendatang.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: