Kalteng Alami Inflasi 0,48 Persen di Bulan Oktober 2019

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (TPID Kalteng), mencatat bahwa pada bulan Oktober 2019, Kalteng mengalami Inflasi sebesar 0,48 persen dari bulan ke bulan (mtm), meningkat dari capaian bulan september 2019, yang mengalami deflasi -0,07 persen (mtm).

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua TPID Kalteng, Setian saat konfrensi pers yang dilaksanakan di ruang rapat Asisten Sekda (gedung lama) Provinsi Kalteng, Senin (04/11).

Lanjut Setian menerangkan, pada bulan oktober 2019, Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,48 persen, meningkat dibanding bulan September 2019 yang mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm).

“Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian pada bulan Oktober 2018, yang mengalami inflasi sebesar 0,19% (mtm). Secara nasional, untuk capaian inflasi Kalteng lebih tinggi dari capaian nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,02% (mtm),” ujarnya.

Sambung Setian, Inflasi Oktober 2019 didorong oleh kelompok harga bergejolak (volatile food), seperti komoditas daging ayam dan cabai merah, serta harga yang diatur pemerintah (administered price), seperti rokok kretek dan angkutan udara, serta pula core meliputi kenaikan harga emas dunia dan barang-barang ritel impor dunia.

Sedangkan, untuk inflasi tahunan Provinsi Kalteng pada Oktober 2019, tercatat 2,57 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian inflasi tahunan September 2019 sebesar 2,27 persen (yoy), namun lebih rendah dari capaian Oktober 2018 sebesar 4,17 persen (yoy). Dan, capaian ini juga lebih rendah dibandingkan dengan Nasional pada Oktober 2019 sebesar 3,13 persen (yoy).

Kemudian, Secara spasial IHK di Palangka Raya pada Oktober 2019 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,64 persen (mtm), sedangkan Sampit tercatat inflasi sebesar 0,21 persen (mtm).

Sementara, pada September 2019, Palangka Raya mengalami inflasi sebesar 0,05 persen (mtm), dan Sampit mengalami deflasi sebesar -0,26 persen (mtm).

“Secara tahunan, inflasi di Palangka Raya tercatat sebesar 2,68 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan
tahun 2018 sebesar 3,38 persen (yoy). Sedangkan inflasi Sampit tercatat sebesar 2,37 persen (yoy), yang juga lebih rendah dibandingkan tahun 2018 sebesar 5,59 persen (yoy),” Imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, dalam kegiatan release TPID Kalteng, turut hadir  Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan  Drs H NURUL EDY MSi, sejumlah perwakilan dari Bulog Kalteng, perwakilan dari Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPW BI) Kalteng.

Sejumlah pejabat eselon III dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalteng, serta stakeholder terkait, termasuk para awak media televisi, cetak dan elektronik.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: