Musim Kemarau, Antisipasi Kekeringan Sawah

FOTO BERSAMA : Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus saat menghadiri suatu acara.

beritakalteng.com – SAMPIT –   Selain ancaman krisis air bersih, musim kemarau saat ini ditakutikan juga berdampak pada kekeringan sawah petani. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui dinas terkait harus mengantisipasi ancaman kekeringan tersebut.

“Ditakutkan akan terjadi gagal panen, sehingga berdampak pada ketersediaan beras di daerah ini. Ini yang harus dicegah,” ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Parimus, kemarin (8/8/2019).

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, sejauh ini, untuk ketersediaan pasokan air, masyarakat masih mengandalkan air dari curah hujan dan irigasi.

“Namun, jika musim kemarau, saluran irigasi tidak berfungsi karena kekeringan sehingga petani kita harus dibantu. Jangan sampai mereka mengalami gagal panen nantinya,” harapnya.

Ia menyebutkan, untuk jalan keluar, pemerintah bisa menyediakan alat pemompa air sungai untuk pengisian irigasi sawah petani. Sejauh ini, petani belum memiliki alat tersebut, sehingga mereka hanya menggunakan peralatan seadanya.

“Ke depan, kita ingin anggaran untuk sektor pertanian bisa ditambah, sehingga produksi di sektor pertanian di daerah ini bisa meningkat. Kita inginkan dalam mengantisifasi pada musim kemarau sekarang ini pihak terkait harus bergerak cepat,” pungkas Parimus. (agg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: