Puluhan Orangutan Kembali Dilepasliarkan

Beritakalteng.com– Yayasan BOS bersama BKSDA Kalimantan Tengah dan Balai TNBBBR kembali melepasliarkan sejumlah orangutan ke habitat alami mereka di Hutan TNBBBR. Pelepasliaran ini sekaligus merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh di tanggal 5 November.

Ada 12 orangutan yang dilepasliarkan kali ini, terdiri dari empat orangutan jantan dan delapan betina, dengan dua betina di antaranya adalah Nanga dan Sukamara, orangutan hasil repatriasi dari Thailand di tahun 2006, saat Yayasan BOS menerima total 48 orangutan dari negara tersebut.

Keduabelas orangutan akan dibawa dalam 2 pemberangkatan terpisah melalui perjalanan darat dan sungai selama kurang lebih 10-12 jam dari Nyaru Menteng ke titik-titik yang telah ditentukan di TNBBBR. Kelompok pertama berangkat hari ini, sementara yang kedua akan berangkat di tanggal 11 November. Pelepasliaran orangutan yang ke-19 ini menambah populasi orangutan eks-rehabilitasi di TNBBBR menjadi 71 individu.

CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite dalam press releasenya mengatakan, Proses rehabilitasi orangutan bukanlah satu hal yang bisa selesai dalam waktu singkat. dua orangutan di antaranya berasal dari repatriasi di tahun 2006 lalu. Sebelas tahun waktu yang butuhkan sampai betul-betul siap untuk kembali hidup mandiri di hutan.

“Orangutan bukanlah satwa yang kita bisa lepasliarkan semau kita. Mereka butuh waktu bertahun-tahun mengasah keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup di hutan. Tidak hanya waktu, proses ini juga butuh dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kegiatan rehabilitasi sebagai bagian dari konservasi, butuh kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan.” jelas Jamartin Sihite kamis (09/11).

Adib Gunawan, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, mengatakan, Pelepasliaran orangutan ini adalah suatu momen penting karena bertepatan dengan diperingatinya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tanggal 5 November 2017. Dua puluh empat tahun yang lalu pemerintah menetapkan tanggal tersebut karena keprihatinan yang besar terhadap keberadaan puspa dan satwa yang ada di Indonesia.

“Kami di BKSDA Kalimantan Tengah sebagai perpanjangan tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di level provinsi selalu berupaya aktif menindaklanjuti berbagai laporan terkait orangutan dengan melakukan penyelamatan, rescue, patroli, dan berbagai kegiatan yang dibutuhkan untuk menjaga kawasan konservasidan keanekaragaman hayati tetap terjaga.” ujarnya menambahkan.

Ia menginformasikan, tanggal 13-14 November minggu depan pihaknya akan mengadakan kegiatan Regional Meeting Kalimantan Tengah Tahun 2017 yang akan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan, baik itu dari pemerintah, NGO, dan pihak swasta. Diharapkan dengan adanya acara tersebut tercetus ide, inisiatif, serta terobosan baru bagi upaya konservasi orangutan di Kalimantan Tengah.

Disamping itu, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Heru Raharjo menjelaskan, Sejak tahun 2016 lalu, pihaknya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya telah menampung orangutan rehabilitasi dari Yayasan BOS di Nyaru Menteng sebanyak 59 individu, dan hari ini, angka itu akan menjadi 71.

“Semakin banyak orangutan bisa hidup bebas di habitat alami mereka, semakin baik! Untuk menjamin para orangutan ini bisa hidup aman dan layak di hutan, kami melakukan patroli teratur bersama tim dari Yayasan BOS. Kami pastikan tidak ada pemburu atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengeksploitasi sumber daya alam di kawasan ini, dan membahayakan kehidupan orangutan beserta satwa liar lain di dalamnya.” paparnya.

Dirinya berkeinginan, seluruh orangutan yang telah kita lepasliarkan bersama segera membentuk populasi liar baru di Taman Nasional ini dan terus berkembang. Tidak hanya melibatkan Yayasan BOS, BKSDA Kalimantan Tengah, dan Balai TNBBBR, kegiatan ini juga melibatkan USAID LESTARI yang telah berkomitmen mendukung aktif program pelepasliaran orangutan di TNBBBR sampai tahun 2018 mendatang.

Rosenda Chandra Kasih, USAID LESTARI Kalimantan Tengah Landscape Coordinator mengatakan, USAID LESTARI mendukung upaya pelepasliaran yang dilakukan BOSF sebagai salah satu upaya konservasi orangutan dan langkah untuk mendorong pengelolaan yang lebih baik di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Tengah.

“Dengan tambahan 12 orangutan, wilayah TNBBBR di Katingan akan menampung total 71 orangutan. Ini akan meningkatkan nilai aspek keanekaragaman hayati di kawasan ini, dan mendukung konservasi hutan yang merupakan salah satu bagian penting dalam visi dan misi kami.”tutupnya.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: