Beritakalteng.com, BUNTOK – Menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, Bupati Barito Selatan melantik dan mengambil sumpah janji 213 pejabat administrator dan pengawas di Lingkup Pemerintah Daerah setempat, Rabu,(12/8/2026).
Bertempat di Aula Kantor Bupati Barsel, sebanyak 213 pejabat yang dilantik, terdiri atas 85 pejabat administrator dan 128 pejabat pengawas. Berdasarkan proses pengisian jabatan, sebanyak 47 orang dikukuhkan, 55 orang dimutasi, dan 111 orang mendapatkan promosi.
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudari yang saat ini dilantik, dengan harapan melalui pelantikan ini, dapat lebih menmacu dan meningkatkan motivasi kerja saudara-saudari sekalian,” sampaikan Bupati.
Eddy Raya mengatakan, bahwa dia seringkali mengingatkan, bahwa pelantikan itu bukan sekadar pengisian jabatan atau penyegaran organisasi, tetapi lebih dari itu.
“Pelantikan merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk memastikan organisasi birokrasi tetap adaptif, profesional dan mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin dinamis,” terang Eddy.
Dikatakan Bupati, manajemen ASN saat ini telah mengalami perubahan yang sangat mendasar. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara menegaskan, bahwa pengelolaan ASN harus berorientasi pada sistem meritokrasi, kompetensi, kinerja, integritas dan manajemen talenta.
“Pengangkatan, mutasi dan pengukuhan yang dilakukan hari ini, merupakan strategi yang disusun dengan penuh pertimbangan melalui tim penilai kinerja. Disusun sesuai kebutuhan organisasi yang didasarkan pada kinerja peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan daerah, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel,” tuturnya.
Saat ini, kata Eddy lagi, birokrasi dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Pemerintah di seluruh tingkatan dituntut mampu menjaga kualitas pelayanan publik di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Sebab efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi mengubah cara kita agar bekerja menjadi lebih efektif, lebih inovatif dan lebih bertanggung jawab,” ingatkan Eddy.
Dia menegaskan, dalam kondisi keterbatasan fiskal, setiap pejabat harus mampu memastikan bahwa setiap sen rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Tidak boleh ada program yang sekadar menghabisjan anggaran tanpa menghasilkan dampak nyata.
“Saya menyadari, bahwa kebijakan efisiensi anggaran dapat memengaruhi pola kerja organisasi. Beberapa kegiatan yang selama ini bersifat seremonial atau administratif harus disederhanakan,” ingatkan Eddy.
“Perjalanan dinas harus selektif, rapat harus lebih efektif, bahkan memanfaatkan teknologi digital apabila memungkinkan. Namun saya ingin menegaskan, bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya disiplin, semangat kerja, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas dia lagi.
Justru disinilah kepemimpinan para pejabat diuji. Menurut dia, seorang pejabat administrator dan pengawas harus mampu membangun motivasi pegawai, mengelola sumber daya secara optimal, menciptakan inovasi pelayanan, serta menjadi teladan dalam integritas, kedisiplinan dan etos kerja.
Ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan lagi banyaknya kegiatan yang dilaksanakan ataupun banyaknya anggaran yang dikelola, tetap sejauh mana target pembangunan tercapai, pelayanan publik semakin cepat dan mudah, kepuasan masyarakat meningkat, serta kinerja perangkat daerah memberikan kontribusi nyata terhadap visi pembangunan Barsel.
Pada kesempatan itu, Bupati menegaskan dengan sangat keras terkait tiga hal utama yang harus dijalankan secara ketat dan konsisten oleh seluruh pejabat ASN.
Pertama, penegasan disiplin dan presensi pegawai. Tidak ada lagi toleransi untuk ketidakdisiplinan ketibaan, kelalaian apel, maupun ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas.
“Kepada para pejabat yang baru dilantik, saudara menjadi contoh kedisiplinan serta mengawasi presensi bawahan masing-masing secara ketat. Kedisiplinan adalah kinerja dan wujud nyata tanggung jawab kita kepada masyarakat,” tukas Eddy.
Kedua, pengisian dan realisaai sasaran kinerja pegawai (SKP). Sebab SKP, kata dia, bukan hanya sekadar formalitas pemenuhan berkas administrasi.
“Saya tidak ingin lagi menemukan keterlambaran atau kelalaian dalam pengisian SKP maupun pelaporan realisasi SKP harus menjadi instrumen nyata untuk mengukur kontribusi kinerja individu terhadap capaian target organisasi,” ucap Bupati.
“Bila ada pegawai yang malas dan tidak memenuhi target SKP, berikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku!” tegasnya lagi.
Ketiga, pengelolaan dan pengamanan aset daerah. Untuk hal ini, dia menegaskan bahwa pejabat yang mutasi, promosi, maupun purna tugas dilarang keras membawa, menguasai sepihak, atay memindahkan aset milik daerah dari unit kerja lama ketika pindah tugas, baik itu vehikel/kendaraan dinas, peralatan kantor, maupun barang inventaris lainnya.
“Seluruh aset adalah milik Pemerintah Kabupaten Barsel, dan harus segera diserahterimakan secara resmi melalui Berita Acara Serah Terima Aset (BAST) sebelum saudara menempati jabatan baru,” ingatkan Bupati.
Eddy juga mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik perihal tranformasi digital, percepatan pelayanan publik, penguatan akuntabiliras, pengendalian inflasi daerah, penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas investasi, membutuhkan ASN yang mampu bekerja secara kolaboratif dan lintas sektor.
“Karena itu, saya mengingatkan untuk mulai belajar menghilangkan ego sektoral, bangun budaya kerja yang saling mendukung, saling menguatkan, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” imbuhnya.
“Jadilah pemimpin yang hadir di tengah bawahan, mendengar aspirasi mereka, membimbing mereka, dan memberikan contoh nyata melalui tindakan, bukan hanya melalui instruksi,” sambung Eddy.
Dia juga mengajak seluruh pejabat khususnya dan juga ASN pada umumnya untuk terus meningkatkan kompetensi. Pasalnya, ucap Eddy lagi, dunia berubah begitu cepat. Pemimpin yang berhasil adalah mereka yang mau belajar, beradaptasi, memanfaatkan teknologi dan terbuka terhadap perubahan.
Menurut dia, pengembangan kompetensi telah semakin mudah, dengan adanya kemajuan teknologi seperti saat ini. Pembelajaran semakin berkembang ke arah digital dan dapat dilakukan di mana saja, serta kapan saja.
“Semakin beragam kemampuan seorang ASN, semakin mudah membangun talenta yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan-jabatan tertentu di masa depan,” pesannya.
Eddy yakin bahwa semua pejabat yang dilantik adalah mereka yang amanah dan mampu membawa perubahan ke depan.
“Laksanakan tugas dengan penuh kejujuran, loyalitas kepada negara, profesionalisme dalam bekerja, serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat,” ucap dia tegas.
“Mari kita jadikan birokrasi kabupaten Barsel sebagai birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Birokrasi kita harus cepat, adaptif, bersih dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang maju, sejahtera dan berkelanjutan sesuai visa pembangunan Barsel,” ajaknya.
“Saya ucapkan selamat bekerja. Tunjukan dedikasi terbaik saudara melalui prestasi dan kinerja nyata,” tandas Eddy.
Pelantikan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha, serta hampir seluruh pejabat tinggi pratama di Lingkup Pemkab Barsel.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah