Selama Enam Hari Dewan Serap Aspirasi Masyarakat

PANDANGAN : Anggota DPRD Gumas Untung J Bangas sedang menyampaikan pandangan fraksinya di gedung dewan setempat, belum lama ini.

 

Beritakalteng.com, KUALA KURUN – Sejak tanggal 1 Agustus hingga lima hari ke depan, sebanyak 25 orang dari Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan reses perseorangan, hal tersebut untuk menyerap aspirasi serta mendengar keluhan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Anggota DPRD Gumas Untung J Bangas misalnya, melaksanakan reses ke wilayah dapil III meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara (Kahut), Damang Batu dan Miri Manasa. Sehingga, dilakukan selama enam hari.

“Dalam reses itu kita untuk mengetahui serta melihat dan mendengar apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah, apakah ada aspirasi dari masyarakat itu nanti yang kami tampung, apalagi kondisi masyarakat kita dalam keadaan tidak punya penghasilan,” ucap Untung J Bangas, Senin (1/8) lalu.

Karena itu, jelas dia, kebetulan dengan adanya kehadiran dari beberapa kalangan DPRD yang melaksanakan reses tersebut. sehingga, itu nanti dapat ditampung dan pada saat pembahasan mudah-mudahan akan dianggarkan. Apalagi, mendekati KUA-PPAS Perubahan mendatang.

“Yang kami lakukan selama enam hari itu sebenarnya untuk menampung aspirasi masyarakat, apalagi mendekati anggaran perubahan ini, lalu setelah itu ada anggaran APBD Murni di tahun 2023 itulah yang kami lakukan untuk kebijakan di tahun mendatang,” terang dia.

Maka dari itu, ia berharap, dengan masyarakat agar pro aktif untuk memberikan masukan dan pikiran bagi pihak DPRD yang melaksanakan reses tersebut. Sehingga, pihak legislatif setempat dapat memberikan masukan-masukan kepada OPD-OPD yang ada di Kabupaten Gumas. Maka mereka dapat fokus pada visi dan misi sekarang ini.

“Setelah itu kami dapat memberikan masukan kepada OPD terkait, sehingga mereka bisa memfokuskan visi misi bupati dan wakilnya, kemudian kalau memang smart agro itu jangan terlalu fokus ke satu komoditi saja, karena kami belum melihat hasilnya sampai sekarang,” ujarnya.

Kemudian, tambah dia, kalau memang tidak berhasil, kalau bisa akui saja. Kemudian, carilah alternatif lain untuk masyarakat bisa dilibatkan. Kalau smart tourism bisa dikembangkan. Maka itu bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Sehingga, masyarakat bisa memperoleh mata pencaharian. (Rik/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: