Pelajari Tentang Proyek Multi Years, DPRD Tabalong Kunjungi DPUPR Barsel

Foto : Kunjungan kerja ke Bappeda dan DPUPR Barsel, rombongan Komisi 3 DPRD dan DPUPR Tabalong, Kalsel konsultasi mengenai pelaksanaan multi years.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Mempelajari mengenai pelaksanaan proyek pembangunan dengan skema tahun jamak (multi years) Komisi III DPRD Tabalong, Kalimantan Selatan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tabalong melakukan kunjungan kerja ke DPUPR Kabupaten Barito Selatan, Jumat (17/9/2021).

Rombongan DPRD dan DPUPR Tabalong tersebut disambut langsung oleh Sekretaris DPUPR Barsel Bilivson dan para Kepala Bidang mewakili Kepala DPUPR Barsel Ita Minarni yang saat ini tengah menjalankan tugas diklatpimnas II di Bandung, Jawa Barat.

Sebagaimana diterangkan oleh Kepala DPUPR Tabalong Wibawa Agung Subrata, kepada awak media seusai kegiatan, bahwa kedatangan
mereka di Kantor DPUPR Barsel tersebut, adalah untuk konsultasi dan belajar berbagai masalah serta teknis seputar kegiatan proyek multi years, setelah sehari sebelumnya yaitu Kamis (16/9/2021) pihaknya juga telah mengunjungi BAPPEDA Barsel untuk hal yang sama.

Hal ini, diakui Wibawa, dikarenakan saat ini di Kabupaten Tabalong sendiri untuk yang pertama kalinya hendak memulai proyek pembangunan dengan skema multi years.

“Kedatangan kami kesini, adalah belajar mengenai multi years. Sebagaimana diketahui, kami baru pertama kali mengadakan multi years,” terangnya.

Meskipun ada perbedaan dalam pelaksanaan multi years antara di Barsel dan Tabalong, terutama dari sumber pendanaan, yaitu pelaksanaan di Barsel menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, sedangkan Tabalong menggunakan dana yang bersumber dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (PTSMI) yang merupakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), namun apa yang didapat dari hasil konsultasi dengan DPUPR Barsel dirasa sangatlah bermanfaat .

“Apa yang kami pelajari tadi sangat bermanfaat bagi kami,” akui Wibawa.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah terkait dengan solusi pendanaan yang bisa diambil dari SiLPA untuk mengantisipasi adanya kemungkinan terjadinya eksalasi harga di tengah dampak pandemi Covid-19.

“Tentunya sudah dimasukan di dalam MoU dulu sebelumnya,” tukasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Ketua Komisi 3 DPRD Tabalong Supoyo, memberikan apresiasi atas sistem pembangunan satu pintu di Barsel, baik itu pembangunan jalan, gedung maupun jembatan yang semuanya dipusatkan di DPUPR.

“Hal itu yang tidak ada di tempat kami di Kabupaten Tabalong,” ungkapnya.

Selain itu, terkait pelaksanaan proyek multi years, ia mengaku Barsel merupakan salah satu daerah yang patut menjadi contoh, karena mampu melaksanakan proyek berskema tahun jamak tersebut dengan pembiayaan melalui APBD mencapai Rp300 milyar, meskipun Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) lebih kecil dibandingkan Tabalong.

“Itu yang sangat luar biasa kami mengapresiasi, dan itu tidak ada pada tempat kami. Kami juga ada multi years, tapi itu adalah petunjuk ataupun intruksi dari PTSMI yang merupakan dana pinjaman sebesar Rp120 milyar, memang aturannya harus di-multi years,” beber politisi PDI Perjuangan ini.

Kedepannya, ia berharap setelah kunjungan di Barsel ini, legislatif bersama DPUPR dan SKPD di Tabalong yang lainnya bisa memprakarsai berkaitan dengan multi years untuk yang dibiayai oleh APBD.

“Karena kabupaten Tabalong adalah sebagai kabupaten penyangga berkaitan dengan Ibu Kota Negara baru,” imbuhnya.

Menanggapi kedatangan rombongan DPRD dan DPUPR Tabalong itu, Bilivson mengaku sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran rombongan komisi 3 DPRD dan Kepala DPUPR Tabalong, sangat bermanfaat, kami bisa bertukar pikiran. Dimana sebagai kabupaten tetangga, kita harus selalu bekerja sama dalam banyak hal terkait pembinaan pembangunan infrastruktur ini,” ucapnya.

Lanjut Bilivson, mengapa pertemuan ini menjadi sangat bermanfaat, adalah dikarenakan Tabalong ingin memprakarsai terkait multi years, sementara DPUPR Barsel juga ingin bekerja sama terkait kemajuan-kemajuan pembangunan dari daerah yang berjarak sekitar 3,5 jam perjalanan darat dari pusat Kota Buntok tersebut.

“Kedepan kami berharap agar bisa terus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Tabalong, baik dengan DPUPR maupun dengan DPRD Tabalong. Sehingga kedepannya pembangunan infratsruktu di setiap daerah di regional Kalimantan ini semakin baik, apalagi menyambut ibu kota negara yang baru nantinya,” harapnya mengakhiri.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: