Rektor UPR Ingin Terget Kinerja Tahun 2021 Terlampaui

FOTO : Rektor UPR bersama Direktur Pascaserjana, Seluruh Dekan Fakultas, dan seluruh Ketua Lembaga

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Dalam rangka optimalisasi pencapaian target kinerja ditahun 2021, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Andrie Elia SE.,MSi melakukan penandatangan naskah perjanjian kinerja bersama dengan direktur Pascasarjana, 8 Dekan Fakultas, dan 2 Ketua Lembaga, Rabu (24/2/2021).

Dr. Andrie Elia SE.,MSi ketika diwawancarai menyampaikan, Indikator kinerja menjadi bagian penting dalam sebuah pencapaian penilaian prestasi kinerja di sebuah  lembaga pendidikan.

“Ini sangat penting, dalam pelaksanaan tugas. Kalau kita harus punya perencanaan dan punya target,” kata Andrie, usai kegiatan penandatangan naskah perjanjian kinerja di Aula Rahan Rektor UPR.

Dia menjelaskan, menjadi pemimpin harus memiliki tanggungjawab dan mempunyai target. Ketika target tersebut tidak tercapai, tentunya akan mendapatkan sanksi. Mulai dari teguran ringan, sedang sampai dengan teguran berat.

Tidak hanya itu saja, pencapaian target kinerja tentunya akan dilakukan evaluasi secara berkala. Hal tersebut bertujuan agar sasaran indikantor pencapaian kinerja yang sudah direncanakan, betul-betul dapat tercapai.

“Unit kerja mulai dari Direktur, Dekan, Dosen sampai dengan unit kerja terbawah harus memiliki target pencapaian kinerja. Penandatangan perjanjian yang diakukan tadi merupakan bukti otentik,”

“Kita lihat, ketika tidak mencapai target, kita evaluasi, jika tidak mampu melaksanakan, kita bisa memberikan teguran mulai dari ringa, sedang sampai dengan sanksi berat,” jelas Andrie lebih dalam.

Salah satu tokoh masyarakat Kalimantan Tengah ini berharap target kinerja tahun 2021 dapat terlampaui. Ketika unit kerja dibawah Rektor UPR tidak tercapai, secara tidak langsung Rektor juga gagal.

“makanya saya melakukan monitoring pencapaian terget kinerja di unit kerja dibawah saya secara priodik, termasuk kinerja pegawai, bahkan kinerja dosen. perjanjian kinerja Rektor UPR tahun 2021 menjadi tanggungjawab kita bersama untuk merealisasikanya,” bebernya.

Andire Elia lebih dalam menjelaskan, Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan Mendikbud dalam keputusan nomor 754/P/2020 memiliki tiga indikator yakni pertama, kualitas lulusan yang diukur dengan lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.

Kedua, kualitas dosen dan pengajar yang diukur dengan dosen berkegiatan diluar kampus, dan hasil kinerja dosen digunakan masyarakat dan dapat rekognisi dari internasional.

dan terakhir ketiga, kualitas kurikulum yang memiliki sub indikator antara lain program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif serta program studi berstandar internasional.

Adanya 8 IKU yang dikeluarkan Kemendikbud yakni Kesiapan kerja lulusan., Mahasiswa di luar kampus., Dosen di luar kampus., Kualifikasi dosen., Penerapan riset dosen., Kemitraan studi., Pembelajaran kelas., Akreditasi Internasional.

Merupakan ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret. Kebijakan tersebut menjadi alat ukur untuk mengakselerasi implementasi 8 program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka (MBKM).(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: