Aksi Kemanusiaan, UPR Bentuk Tim Satgas Tanggap Bencana

FOTO : Posko UPR Peduli Bencana yang berada di lingkungan rektorat UPR

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Dalam upaya memberikan bantuan terhadap sesama, terutama bagi warga masyarakat yang terdampak musibah akibat bencana alam seperti bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel), dan sejumlah wilayah indonesia lainya.

Berangkat dari hal tersebut, sekaligus sebagai wujud aksi kemanusiaan. Pihak Universitas Palangka Raya (UPR) dikabarkan telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana UPR tahun 2021 yang melibatkan seluruh unsur pimpinan dan unit kerja civitas akademika UPR.

Rektor UPR, Dr. Andrie Elia ketika diwawancarai media mengatakan, sebagai warga negara indonesia dirinya merasa terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan, membantu masyarakat yang mengalami musibah.

“tentu bantuan ini secepatnya akan segera kita salurkan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, kita juga sudah membuka posko UPR Peduli Bencana,” kata Andrie Elia, senin (18/1/2021)

disisi lain, Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan UPR, Dr.Ir. Berkat ketika diwawancarai menyampaikan terbentuknya tim satgas tanggap bencana ini merupakan gagasan langsung dari pak Rektor UPR, Dr. Andrie Elia.

“intinya tim satgas inilah yang nanti akan bertindak dilapangan. aksi sosial ini kita awali dengan membuka posko UPR Peduli Bencana yang berada di halaman kantor Rektorat UPR,” kata Berkat.

Dengan didirikannya posko UPR Peduli Bencana tersebut, lanjutnya, pihaknya akan menerima apapun bantuan yang diberikan seperti baju bekas, sembako, dan barang yang lainya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Adapun bantuan yang diberikan tersebut, katanya menambahkan. ketika sudah terkumpul, akan langsung didistribusikan ke wilayah yang terkeda bencana.

Berkat juga menjelaskan, pembentukan tim satgas tanggap bencana ini tidak dibentuk bukan ketika terjadi bencana, tetapi akan terus berlanjut kedepanya dengan tujuan bahwa pihak UPR sudah melakukan kesiap siagaan terhadap segala kemungkinan terjadi.

“tentunya kita tidak menginginkan terjadinya bencana, tapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi, kita sudah siaga dan tim yang sudah dibentuk bisa langsung bergerak,”punkasnya.(aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: