Hampir Dua Bulan Menghilang, Warga Muara Singan Ini Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Foto : Tim gabungan antara TNI, Polri dan masyarakat, saat melakukan evakuasi orang hilang di Desa Muara Singan, Kecamatan GBA, Barsel, Senin (27/7/2020).

Beritakalteng.com, BUNTOK – Seorang pria paruh baya, Miun (55) warga Desa Muara Singan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan, yang dilaporkan menghilang dan diduga berada di hutan di belakang kampung sejak Selasa (2/6/2020) lalu, akhirnya ditemukan warga dalam keadaan sudah tak bernyawa, Senin (27/7/2020).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, jenazah pria malang itu ditemukan oleh salah satu penduduk di kebun rotan miliknya, di sekitar belakang kampung Muara Singan.

Penemuan jenazah yang diduga merupakan Miun itu, dibenarkan oleh Kapolres Barsel, AKBP Devy Firmansyah, SIK melalui Iptu Rahmat Saleh Simamora, SH, Senin (27/7/2020).

Kepada awak media, melalui pesan whatsapp, Simamora menginformasikan bahwa penemuan mayat korban adalah sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi dan saat ini evakuasi masih berlangsung.

“Benar mas anggotaku sudah kesana mas. Pagi tadi jam 09.00 Wib tapi evakuasi masih berlangsung mas,” terangnya.

Sebelumnya, pada Rabu (3/6/2020) lalu, Kepala Desa Muara Singan, Randi telah menginformasikan bahwa ada salah satu warganya yang bernama Miun (55), dilaporkan menghilang di hutan belakang kampung pada hari Selasa (2/6/2020).

Informasi menghilangnya Miun ini, tak pelak membuat geger warga desa setempat. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Muara Singan, Randi, kepada awak media, dengan dibantu oleh beberapa orang dari dua desa tetangga, hingga Rabu malam (3/6/2020), pencarian terus dilakukan namun belum juga membuahkan hasil.

Randi menceritakan, bahwa sebelum pergi dari rumahnya, Miun dikabarkan sempat mengalami sakit karena tekanan darah tinggi dan sempat dirawat inap di puskesmas Patas, Kecamatan GBA dalam beberapa hari.

Setelah dianggap sakitnya sudah mulai membaik, maka yang bersangkutan kemudian dibawa pulang kerumah oleh keluarga. Namun saat di rumah, ada gejala penyakit baru yaitu halusinasi, takut dan tidak mau ketemu orang lain serta mengurung diri di kamarnya.

“Dia takut ketemu orang, katanya takut dibom,” beber Randi menceritakan.

Lanjut Kades, sebelum korban hilang, pagi sekitar pukul 07.00 WIB, ada keluarga korban yang datang berkunjung kerumah sekaligus ingin mengetahui kondisi Miun.

Namun, yang bersangkutan tampaknya tidak merasa senang atas kehadiran tamu tersebut, sehingga saat sang istrilah yang kemudian menemui sang tamu.

“Saat isterinya sedang berbincang dengan tamu itulah, dia (Miun) malah kabur keluar rumah lewat belakang,” ceritakan Randi.

Mengetahui si Kakek pergi dari rumah, menantunya bergegas melakukan pencarian dengan berjalan kaki menelusuri belakang rumah dan anak beliau mencari dengan sepeda motor di sekitar jalan desa. Namun sayangnya, Miun tak kunjung juga ditemukan.

“Warga dan keluarga tidak mengetahui kemana ia pergi, dengan begitu sejak kemarin beberapa orang warga dan keluarga mencari ke hutan, kebun dan sawah yang ada di sekitar, namun sampai hari ini tak membuahkan hasil,” tutur Randi.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, sebelum menghilang Miun dikabarkan sekitar tiga hari sudah tidak mau makan karena sakit. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada korban.

“Yang anehnya, seperti tadi malam lebih dari seratus warga dari tiga desa mencari, keseluruh pelosok di desa Muara Singan, namun si kakek tidak kunjung ditemukan,” sesalnya.

Guna memaksimalkan pencarian, wilayah penyisiran kini diperluas hingga ke daerah desa sekitarnya dan melaporkan kepihak berwajib.

“Hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan. Semoga saja cepat bisa kita temukan dalam keadaan selamat,” harapnya.(Sebastian).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: