Pasien Covid-19 Barsel Capai 60 Orang, Terbanyak Keenam di Kalteng

Foto : Terus melonjak, angka pasien positif Covid-19 Barsel sentuh angka 60 orang.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Angka kasus positif terinfeksi virus Korona (Covid-19) di Kabupaten Barito Selatan terus alami lonjakan drastis dalam dua pekan terakhir, kini jumlah pasien asal Bumi Batuah tersebut dikonfirmasi telah mencapai angka 60 orang.

Per hari Rabu (22/7/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Barsel, kembali melaporkan adanya penambahan sebanyak lima orang pasien baru yang terkonfirmasi positif terinfeksi Sars Cov 2 tersebut.

Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini Barsel berada di peringkat keenam di provinsi Kalteng, dengan jumlah warganya yang terkonfirmasi positif wabah yang pertama kali menyebar di Provinsi Wuhan, Tiongkok itu.

Secara terperinci, saat ini pasien positif Covid-19 asal kabupaten bermotto Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut, berjumlah 60 orang, dalam perawatan sebanyak 33 orang, sembuh 25 orang dan meninggal dunia sebanyak dua orang.

Jumlah tersebut mengalahkan kabupaten Kotawaringin Timur di urutan ketujuh dengan 55 kasus, Katingan 46 kasus, Pulang Pisau 40 kasus, Barito Utara 39 kasus, Barito Timur 34 kasus, Lamandau 19 kasus, Seruyan 7 kasus dan Sukamara 2 kasus.

Diterangkan oleh juru bicara GTPPC-19 Barsel, dr. Djulita Kurniadia Palar kepada awak media melalui pesan whatsapp, kelima orang yang baru saja dikonfirmasi positif Covid-19, adalah dari Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) dan dari Kecamatan Dusun Selatan.

“Pasien dari Kec.GBA dan Kec.Dusel, empat orang laki-laki dan satu perempuan. Dirawat di mess perusahaan dan ada yg di Palangka Raya,” rinci pria yang merupakan pejabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel tersebut.

Meskipun demikian, jelas dokter Djul lagi, berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh pihaknya, hingga saat ini belum ada catatan penyebaran secara lokal (transmisi lokal) Covid-19 di Barsel.

Pasalnya, dari total pasien yang terkonfirmasi positif itu, semuanya memiliki riwayat terpapar di luar daerah, baik itu karena riawayat perjalanan ke daerah berstatus zona merah atau di tempat mereka bekerja masing-masing.

“Masih kiriman, Karena yang positif ini banyak aktifitas di luar,” bebernya.

Dengan harapan tidak ada transmisi lokal dan bahkan tidak ada lagi penambahan jumlah kasus positif, tidak lupa doktet Djul juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti selalu menggunakan masker, sering-sering mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak saat berada di keramaian.

“Yang penting protokol kesehatan diikuti,” pesannya.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: