Dua Orang Pasien Covid-19 Dalam Penanganan RSJS Buntok Sembuh

Foto : Konferensi Pers GTPPC-19 Barsel sampaikan laporan perkembangan kasus Covid-19 di daerah setempat, Selasa (16/6/2020).

Beritakalteng.com, BUNTOK – Dua dari enam orang pasien terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) yang tengah menjalani perawatan di RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok, Kabupaten Barito Selatan, dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

Meskipun hanya berstatus rumah sakit darurat, RS yang baru saja mendapatkan predikat paripurna tipe C itu, kembali menorehkan prestasi dalam dunia medis, dua orang pasien Covid-19 asal Desa Rangga Ilung, Kecamatan Jenamas berinisial S dan asal Desa Muara Puning, Kecamatan Dusun Hilir berinisial YC, berhasil disembuhkan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan swab dari laboratorium mikrobiologi Palangka Raya, sebanyak dua kali berturut-turut.

Dengan penambahan dua orang tersebut, RSJS sudah mencatatkan total lima orang pasien Covid-19 sembuh dalam perawatan pihaknya.

Kabar gembira tersebut, disampaikan langsung oleh Direktur RSJS, dr. Leonardus P. Lubis, dalam pelaksanaan konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Barsel, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus sekretaris GTPPC-19 setempat, Eddy Purwanto, di Aula Setda Kantor Bupati, Selasa (16/6/2020).

“RSJS saat ini tengah merawat tujuh orang pasien, yakni satu orang pasien berinisial A berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), enam orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Yakni S, YC, S, S, S dan M,” rincinya.

“Hari ini ada dua pasien kita yang sudah dinyatakan sembuh, yakni S dan YC, rencananya keduanya siang ini akan kita pulangkan,” sampaikan Leo menambahkan.

Dalam keterangannya, Leo juga menerangkan bahwa S dinyatakan sembuh setelah negatif Sars Cov 2 dari hasil swab keempat dan kelima, sedangkan YC dinyatakan sembuh setelah terbukti negatif pada hasil swab kelima dan keenam kalinya.

Sementara itu, dua orang pasien berjenis kelamin perempuan asal Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Dusun Selatan, yakni M dan S masih menunggu hasil pemeriksaan swab ketujuh dan kedelapan, karena hingga enam kali swab mereka tetap dinyatakan positif.

Sedangkan satu pasien lainnya, yakni pasien berjenis kelamin pria berninisial S, warga Kelurahan Rantau Kujang, Kecamatan Jenamas, yang merupakan pasien rujukan dari RS Tanjung Tabalong itu, masih menunggu hasil swab kedua dan ketiga. Sebab pada swab pertama yang dilakukan oleh RS Tanjung Tabalong, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

Selanjutnya, adalah satu pasien asal desa Tanjung Jawa lainnya, yakni S berjenis kelamin perempuan karena pada swab kelima dinyatakan negatif, saat ini sembari menunggu hasil swab keenam, ia dipindahkan keruangan isolasi lainnya.

Hal ini, disebutkan oleh Leo, sama halnya dengan yang masih berstatus PDP yakni tuan A, keduanya sengaja diletakan ruangan perawatannya berpisah dari yang terkonfirmasi positif, agar tidak tertular.

Namun karena berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang bersangkutan dinyatakan negatif Covid-19, PDP yaitu tuan A, hanya dirawat selama dua hari yakni sejak tanggal 11 Juni 2020 sampai 13 Juni 2020, ia kemudian dipulangkan dan tidak dirawat di RSJS.

“Kami tekankan, RSJS hanya merawat pasien positif, contohnya adalah tuan A berstatus PDP, dia masuk tanggal 11 Juni 2020, namun saat di swab dinyatakan negatif, hanya dua hari di RS dia boleh pulang,” tekannya.

Ditambahkan oleh juru bicara GTPPC-19 Barsel, dr. Djulita Kurniadia Palar, selama dua bulan terakhir, saat ini kabupaten bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu, mencatatkan adanya tren penurunan kasus yang sangat signifikan, atas penyebaran wabah yang pertama kali merebak di provinsi Wuhan, Tiongkok tersebut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari laporan GTPPC-19 yang diumumkan setiap hari melalui website pemda, dua bulan sebelumnya atau tepatnya pada bulan Mei, Barsel mencatatkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 224 orang, orang dalam pemantauan (ODP) menyentuh angka 72 orang, PDP sebanyak tujuh orang dan sebanyak 11 orang positif dalam perawatan.

Saat ini, ODP di Barsel hanya tersisa tujuh orang, PDP sejumlah tiga orang. Kemudian, dari total pasien terkonfirmasi positif korona sebanyak 16 orang, berhasil disembuhkan sejumlah 12 orang dan kini hanya tersisa empat orang dalam perawatan.

Dengan adanya tren penurunan tersebut, pria yang akrab disapa dokter Djul ini, mengapresiasi kedisiplinan masyarakat Barsel, yang selama ini selalu mematuhi protokol kesehatan.

Meskipun begitu, ia tetap meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, sering-sering cuci pakai sabun, tetap menerapkan jagar jarak dengan menjauhi kerumunan, rajin berolahraga dan selalu mengkonsumsi makanan bergizi, yang didefinisikannya dengan sebutan empat sehat lima sempurna.

“Karena bukan tidak mungkin, bila kita lalai maka akan terjadi gelombang kedua penyebaran wabah. Tapi, apabila kita terus disiplin menjalankan yang saya sebutkan sebagai langkah empat sehat lima sempurna tadi, maka dalam waktu dekat kita bisa kembali ke zona hijau,” ingatkan Djul.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: