Dampak Ekonomi COVID-19, Dewan Kota Dorong UMKM Terus Berkreatifitas

Foto : Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Dampak penyebaran pandemi COVID-19 di Kota Palangka Raya, tampaknya berpengaruh pada semua aspek kehidupan masyarakat. Tak terkecuali, bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM), yang saat ini secara tidak langsung juga merasakan imbas nya, hal tersebut tentu menjadi tantangan berat bagi para pelaku usaha.

Pasalnya, dampak yang sangat dirasakan, yakni adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi, yang akan sangat dirasakan oleh para penggiat UMKM. Hal ini pun, mendapat perhatian dari Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita.

Menurut wakil rakyat yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan tersebut, tantangan perekonomian saat ini sangat berat. Masyarakat berada didalam kondisi waspada dan berhati-hati.

Dengan membatasi bepergian dan konsumsi, lanjutnya lagi, tentunya hal ini akan berimbas pada transaksi jual beli di pasaran. Sehingga berbagai elemen terkena dampaknya, diantaranya restoran, pasar, pusat perbelanjaan, transportasi online hingga para pemilik UKM.

“Penggunaan teknologi akan menjadi salah satu solusi terbaik untuk membantu roda perekonomian UKM tetap berjalan. Selain bantuan modal, pemasaran melalui media sosial akan memudahkan pemilik UKM menyusun strategi guna kelangsungan usaha hingga kedepannya,” jelas Ruselita, Senin (06/4).

Untuk itu pemilik UKM harus mengambil langkah strategis, lanjut Ruselita menjelaskan, yakni memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Ditengah adanya imbauan dari pemerintah melakukan social distancing, media sosial dapat membantu didalam mempromosikan produk atau usaha yang dikembangkan.

“Pastikan arus kas juga terjaga dengan sehat, karena didalam mengelola suatu usaha arus kas merupakan unsur paling penting didalam berbisnis. Pemilik usaha harus mampu mengelola keuangan secara optimal,”terangnya.

Salah satunya dapat menggunakan sarana media sosial seperti Facebook, lanjut Ruselita, karena saat ini banyak yang mempromosikan usaha dan produk yang mereka kemas di pajang di facebook baik jasa, barang maupun dalam bentuk makanan dan minuman.

“Kami akan meminta tolong kepada Disperindagkop Kota Palangka Raya untuk membantu pelaku usaha mencari jalan keluar salah satunya membuat sistem jualan berbasis online. Jadi masyarakat tidak hanya sekedar bermain facebook saja, tapi memanfaatkan dalam segi bisnis untuk dapat mengembangkannya sampai dengan berkelanjutan,” Tutup Ruselita. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: