Civitas Akademika UPR Berikan Penghormatan Ke Almarhum Dr Ir Yusurum Jagau

Foto : Bendera Setengah Tiang, di Rumah Jabatan Rektor, sebagai tanda penghormatan kepada almarhum Dr Ir Yusurum Jagau MS, Kamis (02/04).

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Mewakili seluruh civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR), Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menyampaikan ucapan Terima Kasih kepada pihak RSUD dr Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya, terlebih kepada Direktur RSDS dr Yayu Indiarty yang secara resmi menegaskan ke publik bahwa almarhum Dr Ir Yusurum Jagau MS meninggal dunia bukan dikarenakan oleh COVID-19.

Dimana, pernyataan ini juga disampaikan oleh pihak universitas, sebagai upaya klarifikasi dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa almarhum meninggal, disebabkan oleh terjangkit wabah pandemi COVID-19.

“Kami berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit Doris Sylvanus yang telah memberikan keterangan resmi, bahwa almarhum (Yusurum Jagau) meninggal bukan karena covid-19. Hasil tes laboratoriumnya juga sudah disampaikan kepada kami,” ucap Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, melalui sambungan WhatsApp pribadinya, Kamis (02/04).

Dr Andrie Elia SE MSi yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua Harian DAD Kalteng ini juga mengatakan, saat ini seluruh Civitas Akademika UPR sedang berduka sedalam-dalamnya, dan mendoakan almarhum telah damai bersama Tuhan Yang Maha Esa.

“Kepada seluruh keluarga, isteri dan anak-anak almarhum, semoga diberikan penghiburan, kekuatan, dan berkat dari Tuhan Yesus Kristus. Kami Civitas Academika UPR, menyampai terima kasih atas segala pengadian dan jasa-jasa almarhum kepada Civitas Akademika UPR. Mohon maaf jika ada kesalahan pihak kami dalam menjalan tugas bersama almarhum,” Tutur Dr Andrie Elia SE MSi.

Sambung pria yang selalu mengenakan Peci bermotif Loreng Macan Kalimantan ini bahwa semua lingkungan perkantoran Civitas Akademika UPR mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai tanda berduka, atas meninggalnya almarhum Dr Ir Yusurum Jagau MS. Sekaligus pula, sebagai bentuk penghormatan, atas jasa-jasanya dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan UPR.

Sebelumnya, Minggu, 29 Maret 2020, almarhum Yusurun Jagau dibawa ke RSDS Palangka Raya, karena sakit. Tim medis sempat mengambil sampel darah almarhum untuk dilakukan uji laboratorium. Namun tidak lama mendapatkan perawatan, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya.

Kemudian pada Rabu 01 Maret 2020. hasil uji laboratorium beliau sudah keluar. Hasil uji lab itu menyatakan bahwa almarhum Yusurum Jagau negatif covid-19.

“Dengan demikian, maka kami dari pihak RSDS sekaligus dari Tim Gugus Tugas COVID-19 Kalteng, menyatakan secara tegas bahwa almarhum Bapak Dr Ir Yusurum Jagau MS meninggal dunia bukan karena covid-19.”

“Pernyataan ini sekaligus sebagai klarifikasi dan meluruskan berbagai kabar yang telah beredar di masyarakat tersebut,” tegas Direktur RSDS Palangka Raya, dr Yayu Indriati, pada sore harinya.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: