Gedung Laboratorium THH Jurusan Kehutanan Faperta UPR Terbakar

Foto : Sejumpah Petugas berupaya melakukan pemadaman gedung yang terbakar. 

Beritakalteng.com, BREAKNING NEWS– Si jago merah kembali mengamuk, dimana kali ini kebakaran terjadi di salah satu gedung yang ada di lingkungan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (Faperta), Minggu (16/03), sekira pukul 22.00 WIB malam ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, dan keterangan dari salah satu mahasiswa setempat, Agus menyebutkan bahwa sebelum terjadi kebakaran, dirinya sempat melihat ada percikan menjalar pada kabel yang membentang di atas, yang mengarah ke arah gedung yang terbakar.

“Setelah itu, selang beberapa waktu itu, kejadian kebakaran pun terjadi,” Ucapnya.

Untuk informasi tersebut, masih bersifat dugaan sementara, dan masih memerlukan keterangan dari aparat berwenang, yang akan mengidentifikasi lebih mendalam.

Sementara itu, saat dibincangi awak media, Kepala Laboratorium Teknologi Hasil Hutan (THH), Alfian mengatakan bahwa bangunan gedung tersebut, adalah bangunan laboratorium Teknologi Hasil Hutan (THH) Jurusan Kehutanan Faperta UPR.

“Saya tidak tahu penyebab awal apinya muncul darimana, saya menduga ini kemungkinan berasal dari korsleting listrik. Karena, pada hari minggu dan pada hari libur, biasanya dalam keadaan kosong, tidak ada aktivitas di dalamnya, dan gedung memang tidak ada penjaganya,” terang Alfian kepada awak media.

Didalam bangunan gedung ini, terdapat banyak alat laboratorium, Lanjut Alfian menyebutkan bahwa bangunan ini adalah bangunan lama, namun di cat saja. Adapun peralatan laboratorium yang ada di dalam, diantaranya oven, alat timbangan analitik dan sebagainya.

Tampak di tempat kejadian api, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dan Dekan Faperta UPR Dr Susilawaty MP, saat itu juga meninjau lokasi kebakaran.

Kepada awak media, Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi mengatakan bahwa bangunan gedung ini merupakan bangunan gedung lama, yang ada di lingkungan kampus, Jurusan Kehutanan Faperta UPR.

“Untuk besaran nilai kerugian, masih belum bisa saya sampaikan. Besok kita akan hitung bersama dengan bagian aset UPR. Sedangkan untuk penyebab kebakaran, kita nanti serahkan kepada aparat berwajib, untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut,” Kata Dr Andrie Elia SE MSi.

Sebagai informasi tambahan, dalam penanganan kebakaran tersebut, sedikitnya puluhan unit kendaraan pemadam kebakaran, yang berasal dari berbagai kesatuan, baik milik aparat kepolisian, maupun milik pemerintah setempat, dibantu dengan pemadam swakarya juga diturunkan, untuk memadamkan kebakaran tersebut.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: