Tarif Asrama Kalteng Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Kalteng Berikan Penjelasan

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Bryan Iskandar

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Bryan Iskandar memberikan penjelasan terkait masalah retribusi Mess/Asrama Mahasiswa Kalteng yang ada di sejumlah daerah di luar wilayah Provinsi Kalteng.

“Itu kemarin ada sedikit kesalahpahaman saja, dimana Peraturan Daerah (Perda) yang sebelumnya itu tidak mengatur tentang retribusi. Kemarin sudah kami rembukkan bersama, karena saya juga wakil dari Bapemperda, bahwa mahasiswa itu akan dikenakan biaya per Bulan kurang lebih Rp.250 ribu, bukan per Hari,” terangnya, Rabu (10/03).

Adapun sejumlah asrama Kalteng yang dimaksudkan, lanjut Bryan menyebutkan, menurut sepengetahuannya, yakni asrama yang berada di Kota Palangka Raya, Banjarmasin, Semarang dan Yogyakarta.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng ini juga mengatakan bahwa pemahaman mahasiswa penghuni asrama tersebut, kemarin itu bahwa biaya retribusi asrama dikenakan per Hari, maka dari itu perda yang lama telah dicabut dan dibuatkan perda baru dengan ketentuan retribusi asrama menjadi per Bulan.

“Ya, Perda yang per Hari itu sudah dicabut lalu digantikan dengan yang per Bulan. Biaya retribusi itu sebagai biaya perawatan fasilitas asrama, saya rasa Rp.250 ribu per Bulan itu cukup ringan bagi kawan-kawan mahasiswa disana,” kata Bryan.

Politikus dari Kalangan Milenia ini juga mengatakan bahwa sementara ini pengelola asrama tersebut masih dipegang oleh pemerintah daerah (Pemda), namun hal ini masih dalam perbincangan bagaimana baiknya agar mahasiswa dapat merasa nyaman disana.

“Sementara ini masih dikelola oleh Pemda, namun hal ini sedang kami bicarakan bagaimana baiknya agar mahasiswa kita disana bisa belajar dengan nyaman, tidak merasa terberatkan dan fasilitas asrama tersebut dapat terawat dengan baik,” Pungkas Bryan.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: