BPS Kalteng Gelar FGD Penyusunan dan Pemanfaatan Tabel IRIO

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (BPS Kalteng) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD), berkenaan dengan Penyusunan Inter Regional Input Output (IRIO) 2019, Kamis (05/12) di Palangka Raya.

Kegiatan yang terlaksana di Balroom Seruyan 1 Hotel Bahalap Kota Palangka Raya ini, menghadirkan moderator Deputi Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BANK INDONESIA (KPW BI) Setian, serta sederetan pemateri yang berkompeten dibidangnya, yakni Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalteng Ratih Hapsari Kusumawardani SSi MA MT,  Dekan Sekolah Vokasi IPB University Dr Ir Arief Daryanto DIpAgEc Mec, Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri dan Kabid Nerwilis BPS Kalteng Maria W Utami SSi.

kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kapasitas, kepada para peserta kegiatan ini, berkenaan penyusunan dan pemanfaatan tabel IRIO.

Sebagaimana untuk diketahui, Tabel Input Output (IO) Indonesia disusun dengan tujuan untuk menyajikan gambaran tentang hubungan timbal balik dan saling keterkaitan antar satuan kegiatan (sektor), dalam perekonomian di Indonesia secara menyeluruh.

Bentuk penyajian tabel IO berupa matriks, dimana masing-masing barisnya menunjukkan bagaimana output suatu sektor, dialokasikan untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir, sedangkan masing-masing kolomnya menunjukkan pemakaian input, antara dan input primer oleh suatu sektor dalam proses produksinya.

Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri menyampaikan, dalam rangka mendukung rencana pembangunan berbasis spasial, BPS diminta pemerintah untuk menyusun IRIO.

Di Indonesia, penyusunan IRIO akan berbasis pada kerangka Supply and Use Tables (SUT) menggunakan data tahun 2016. Untuk itu, akan dilakukan penyusunan SUT nasional serta SUT di 34 provinsi, termasuk pula di Provinsi Kalteng ini.

Yangmana, kontribusi yang diharapkan dari IRIO dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019, yakni untuk menguatkan sistem perekonomian di Indonesia, pemerintah Indonesia harus mempunyai data interaksi dan mobilitas penduduk, modal, serta investasi.

“Kesenjangan antarwilayah masih besar. Penyusunan IRIO merupakan prioritas untuk menunjang prioritas nasional kedua RKP tahun ini, yaitu pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman,” ujarnya.

Ditempat yang sama, pemateri pertama Dekan Sekolah Vokasi IPB University Dr Ir Arief Daryanto DIpAgEc Mec menjelaskan materi berkenaan dengan pemanfaatan Tabel IO dan IRIO, untuk pengembangan pembangunan regional.

Dan, sementara pemateri kedua, Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalteng Ratih Hapsari Kusumawardani SSi MA MT menjelaskan materi, terkait pentingnya Tabel Inter Regional Input Output (IRIO), dalam analisis kebijakan fiskal.

Pada kegiatan ini, selain penyampaian materi oleh para narasumber, para peserta juga diajak berinteraktif, dalam bentuk Focus Group Discussion, yangmana harapannya melalui diskusi ini, para peserta juga bisa mendapatkan pemahaman, akan cara menyusun dan mengisi Tabel IO dan IRIO, serta memanfaatkannya, sebagaimana adanya tujuan dari kegiatan tersebut.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: