Batu Bara Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Triwulan III 2019

Foto : Istimewa (Net)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Sektor Pertambangan khususnya komoditas batu bara mengalami penurunan perumbuhan 0,17 persen. Sehingga pengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalteng alami perlambatan pada triwulan III tahun 2019 sebesar 5,31 persen jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2019, sebesar 7,63 persen (q to q).

“terjadi penurun cukup dalam. Pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2019 mengalami pertumbuhan negatif. Permintaan terhadap batu bara melemah dan faktor harga anjlok” kata Kepala Bidang Nerwilis BPS Kalteng Dr Arham Rivai, Selasa (5/11) kemarin.

Ditempat yang sama, Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2019 masih bisa dikatakan tumbuh, meski melambat.

“masih tinggi pertumbuhanya dibandingkan dengan nilai-nilai sebelumnya. Misalnya kemarin angkanya 100, sekarang angkanya 105. Kalaupun turun, diangka 90 an masih tinggi” kata Yomin Tofri menambahkan.

Kendati demikian, dari paparan Release Berita Resmi Statistik mencatat, Ekonomi Kalimantan Tengah triwulan I sampai dengan triwulan III-2019 tumbuh 6,32 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 9,00 persen, diikuti oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,93 persen dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,83 persen.

Kembali ke triwulan III tahun 2019, Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori industri pengolahan yang tumbuh 10,38 persen, meski pertambangan dan Penggalian Alami penurunan -18,01 persen.

Ekonomi Kalteng pada Triwulan III 2019, terhadap Triwulan III 2018 (y on y), tumbuh 5,31 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori pertanian, kehutanan dan perikanan yang tumbuh 9,53 persen, diikuti kategori jasa pendidikan yang tumbuh 9,07 persen dan jasa keuangan 8,80 persen.

Dari sisi pengeluaran konsumsi lembaga non profit, yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 7,38 persen, diikuti komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,77 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 3,71 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh 6,24  persen, sedangkan komponen ekspor mengalami kontraksi.

“Pertumbuhan ekonomi Kalteng sampai dengan Triwulan III 2019 (c to c) tumbuh 6,32 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori transportasi pergudangan yang tumbuh 9,00 persen.”

“Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh semua komponen. Pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang tumbuh 8,39 persen,” ungkap Yomin menambahkan.

Timpal Yomin, Struktur ekonomi Kalimantan secara spasial, pada Triwulan III 2019 masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar 50,13 persen. Provinsi Kalteng berada di urutan keempat, dengan kontribusi sebesar 11,43 persen.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: