KUA-PPAS Ditandatangani, Ini Struktur RAPBD Tahun 2018

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA- Nota kesepakatan bersama rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan rancangan Prioritas Pelapon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2018 akhirnya ditandatangi oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama Ketua DPRD Kalteng Atu Narang dalam rapat paripurna senin (20/11).

Berdasarkan laporan hasil rapat kerja gabungan Komisi DPRD Provinsi Kalteng dengan Tim Pemerintah Provinsi Kalteng terkait KUA dan PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2018 yang disampaikan juru bicara Jimin dalam sidang paripurna ke-6 massa persidangan III menyampaikan, tahun 2018 perekonomian Kalteng tumbuh di kisaran 6,5 persen dengan laju infalsi 4,3 persen.

“Angka kemiskinan berada di angka kisaran 5,02 persen dan tingkat pengangguran berada dikisaran 1 persen. Pendapatan Daerah tahun 2018 sebesar Rp.4,412 Triliun lebih atau mengalami kenaikan sebesar Rp.365 Miliar lebih atau 9,03 persen dari tahun anggaran 2017 sebesar Rp.4,465 Triliun” jelas Jimin.

Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 secara keseluruhan ditargetkan Rp.1,400 Triliun lebih yang mengalami kenaikan sebesar Rp.58,216 Miliar lebih dari target PAD tahun 2017 sebesar 4,43 persen atau Rp.1,342 Triliun. Dana Perimbangan tahun 2018 secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp.2,880 Triliun lebih dan mengamali kenaikan sebesar Rp.327 Miliar lebih atau 12,78 persen dari Dana Perimbangan 2017 Rp.2,560 Triliun.

lain-lain dari Pendapatan yang sah pada APBD tahun 2018 sebesar Rp.124 Miliar lebih. Dan ini mengalami penurunan yang begitu signifikan dari pendapatan yakni sebesar Rp.19,746 Miliar lebih atau 13,71 persen dari pendapatan lain-lain 2017 sebesar Rp.144,2 Miliar lebih dikarnakan Pergub 27 tahun 2017 tentang Sumbangan Pihak Ketiga tidak bisa dilaksanakan.

“Target bantuan keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah sebesar Rp.3,3 Miliar lebih atau sama dengan target 2017 sebelumnya. Kebijakan Belanja Daerah tahun 2018 ditargetkan Rp.4,524 Triliun lebih atau mengamali kenaikan Rp.368,9 Miliar atau 8,8 persen dari target belanja Daerah tahun 2017 Rp.4,155 Triliun lebih kenaikan terjadi pada kelompok Belanja Tidak Langsung (BTL) yakni belanja Pegawai, sementara Belanja Subsidi dan Hibah masih sama tahun 2017.” paparnya menambahkan.

Untuk Belanja Bantuan Sosial Rp.29,6 Miliar lebih atau berkurang 31,7 persen dari Belanja Bantuan Sosial ditahun 2017. Belanja Bantuan Keuangan untuk Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Desa bertambah Rp.47 Miliar lebih dari anggaran perubahan ditahun 2017 pada belanja subsidi sebesar Rp.1,163 Miliar.

Belanja Hibah ditargetkan tahun 2018 sebesar Rp.461 Miliar lebih atau bertambah 1,95 persen Rp.8 Miliar lebih dari target 2017 Rp.453 Miliar lebih. Target Belanja Pegawai tahun 2018 Rp.1,295 Triliun lebih dan mengamali penurunan 0,4 persen atau Rp.1,8 Miliar lebih dari target tahun 2017 Rp.1,297 Triliun lebih.

Target Benja Bagi Hasil pada Provinsi Kabupaten, Kota dan Desa tahun 2018 Rp.618 Miliar lebih, dan mengamali penurunan 9,38 persen atau Rp.64 Miliar lebih ditahun 2017 Rp.691 Miliar lebih. Target Belanja tidak terduga pada tahun 2018 Rp.10 Miliar atau turun dari anggaran perubahan tahun 2017 Rp.20 Miliar.

“Total Belanja Langsung pada rancangan KUA-PPAS Provinsi Kalteng tahun 2018 sebesar Rp.2,79 Triliun lebih. Dari pembahasan 14 SOPD mitra kerja dengan Komisi A membahas 114 program dan 634. kegiatan dengan pagu Rp.326 Miliar lebih dan usulan penambahan anggaran Rp.43 Miliar lebih. Rapat kerja komis B dengan 11 SOPD mitra kerja 132 program dan 76 kegiatan total pagu Rp.229 Miliar dan disepakati usulan tambaha Rp.47 Miliar lebih” ujarnya lagi menambahakan.

Lanjutnya lagi lebih dalam, pembahasan komisi C dengan 11 SOPD Mitra Kerja dengan pembahasan 158 Program dan 689 kegiatan pagu Rp.577 Miliar lebih, dan disepakati usualan tambahan kegiatan sebanyak Rp.197 Miliar lebih. Pembahasan Komisi D dengan 9 SOPD mitra kerja membahas 117 program dan 579 kegiatan pagu Rp.946 Miliar lebih dan terjadi penambahan Rp.82 Miliar lebih dan masih ada kegiatan SOPD yang belum tertampung dalam anggaran kegiatan APBD murni tahun 2018 Rp.370 Miliar lebih.

Darinya juga menginfomasikan, Struktur RAPBD Tahun 2018 dapat disampaikan, Pendapatan Rp.4,412 Triliun lebih, Belanja Rp.4,524 Triliun lebih, terdiri dari Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp.2,44 Triliun dan Belanja Langsung (BL) Rp.2,79 Triliun lebih, defisit Rp.112 Miliar dengan rincian penerimaan pembiayaan Rp.112 Miliar, pengeluaran pembiayaan 0 dan biaya Netto 122 Miliar dan Silfa 0.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: