Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Meski titik api karhutla sempat dinyatakan nihil setelah hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Namun Pemerintah Kabupaten Barito Timur, harus memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikan Sekertaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku saat memimpin kegiatan Koordinasi Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertempat di ruang rapat Bupati Barito Timur.
“Hari ini kita membahas perkembangan karhutla, evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, distribusi air bersih, dampak kesehatan masyarakat, serta dukungan anggaran penangan bencana,” kata Misnohartaku, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, keputusan memperpanjang status tanggap darurat mempertimbangkan sejumlah kondisi yang masih terjadi di Barito Timur. Salah satunya, adalah kualitas udara yang masih terdampak asap karhutla.
“Kami menerima laporan dari BPBD Damkar ada 704 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektar,” ujar Misnohartaku.
Lanjut Misnohartaku, Pemerintah Daerah juga menilai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi. Karena itu, personel gabungan Satgas Karhutla tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
“Sejumlah titik panas masih meningkat dan sulit dijangkau petugas. Karena kondisi cuaca diperkirakan masih kering hingga Oktober, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh unsur diminta ditingkatkan,” katanya.
Oleh sebab itu, dikatakan Misnohartaku, pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor, memperbarui data kejadian setiap hari, serta memastikan kebutuhan operasional petugas dilapangan terpenuhi, termasuk BBM, peralatan pemadam, dan dukungan personil dari perangkat daerah.
“Posko Kabupaten juga tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan karhutla,” jelasnya.
Sebelumnya, dikatakan Sekda, dari Dinas Kesehatan telah melaporkan ada 2.336 kasus gangguan kesehatan yang tejadi saat ini, termasuk ISPA, kemudian kasus diarea sebanyak 173 kasus selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026.
“Maka dari itu, pemerintah terus memantau kualitas udara, menyiapkan obat-obatan dan masker, serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” katanya.
Disisi lain, untuk distribusi air bersih telah disalurkan sebanyak 4.460 liter. Kegiatan ini juga membahas evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional relawan, serta pertanggungjawaban Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kami minta seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam mempercepat penanganan karhutla, melindungi masyarakat, dan mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan susulan,” pungkasnya. (ags)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah