Palangka Raya, Beritakalteng.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Reza Prabowo, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di Kota Palangka Raya tahun 2026 sengaja dipercepat karena menyesuaikan agenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya serta rencana kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah ke luar daerah, Kamis (16/7/2026).
Reza menjelaskan, penyesuaian jadwal dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik tanpa berbenturan dengan agenda penting lainnya. Meski waktu persiapan relatif singkat, pelaksanaan kegiatan tetap dapat berlangsung dengan lancar berkat kerja sama seluruh pihak.
“Memang kegiatan ini kita laksanakan lebih awal. Besok ada peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya dan setelah itu Bapak Gubernur juga memiliki agenda di luar daerah. Karena itu, kegiatan kita percepat hari ini. Alhamdulillah, walaupun persiapannya cukup singkat, kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Reza saat diwawancarai oleh awak media di Halaman Kantor Gubernur.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Namun, menurutnya hal tersebut menjadi bahan evaluasi yang sangat penting agar penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan semakin maksimal.
“Beberapa kekurangan yang masih kita temukan tentu akan menjadi bahan evaluasi. Ke depan, kami akan terus melakukan perbaikan sehingga pelaksanaan kegiatan seperti ini bisa semakin baik dan tidak mengulangi kekurangan yang sama,”jelasnya.
Reza mengatakan, kegiatan MPLS tersebut juga dilaksanakan secara virtual agar dapat menjangkau lebih banyak peserta didik. Namun, karena keterbatasan tempat, hanya sekolah-sekolah tertentu yang dapat hadir secara langsung di lokasi kegiatan.
“Antusiasme sekolah sangat tinggi. Sebenarnya masih banyak yang ingin hadir secara langsung, tetapi kapasitas tempat terbatas sehingga sebagian mengikuti kegiatan melalui Zoom. Total peserta mencapai sekitar 4.332 siswa dari 18 SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di Kota Palangka Raya,”terangnya.
Ia menambahkan, tidak hanya sekolah di Kota Palangka Raya, sejumlah sekolah dari kabupaten lain seperti Katingan dan Pulang Pisau juga menyampaikan keinginan untuk ikut hadir secara langsung. Namun, karena keterbatasan waktu dan lokasi, peserta harus dibatasi.
“Bahkan ada sekolah dari luar Kota Palangka Raya yang ingin bergabung secara langsung. Karena keterbatasan tempat, kami harus melakukan pembatasan agar kegiatan tetap berjalan tertib dan nyaman,”lugasnya.
Reza juga mengapresiasi kehadiran Kapolda Kalimantan Tengah dan Pangdam yang turut memberikan motivasi kepada para peserta didik. Menurutnya, pesan-pesan yang disampaikan menjadi bekal penting bagi para siswa dalam memulai perjalanan pendidikan di jenjang yang baru.
“Kami bersyukur para siswa mendapatkan motivasi langsung dari para pimpinan daerah. Hal itu tentu memberikan semangat dan pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,”tambahnya.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan dimulai seluruh peserta telah mengikuti latihan sejak pukul 14.00 WIB. Para siswa diberikan pembekalan serta latihan baris-berbaris agar kegiatan pembukaan berjalan tertib dan lancar.
“Anak-anak datang lebih awal untuk latihan. Mereka berlatih baris-berbaris dan mempersiapkan diri dengan sangat baik. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai jadwal,”imbuhnya.
Reza mengungkapkan, hingga kegiatan selesai pihaknya terus memantau kondisi seluruh peserta, termasuk beberapa siswa yang sempat mengalami kelelahan. Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah juga memastikan seluruh peserta mendapatkan penanganan dan perhatian yang diperlukan.
“Kami terus memantau kondisi anak-anak. Jika ada yang kelelahan, tentu langsung ditangani dengan baik. Keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas,”ungkapnya.
Ia menambahkan, Gubernur Kalimantan Tengah juga menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi para siswa. Bahkan, Gubernur berkeinginan melihat langsung keadaan peserta agar dapat mengetahui kondisi mereka secara nyata.
“Bapak Gubernur ingin melihat langsung kondisi anak-anak. Beliau ingin memastikan sendiri semangat mereka mengikuti kegiatan dan mengetahui apa saja yang masih perlu mendapat perhatian,”tegasnya.
Menurut Reza, perhatian terhadap para peserta didik tidak hanya berkaitan dengan proses belajar, tetapi juga kondisi sosial mereka. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ingin memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dengan baik.7
“Kita ingin tidak ada anak yang tertinggal. Semangat mereka untuk bersekolah sangat luar biasa dan itu harus terus kita dukung bersama,”takasnya. (Wid)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah