Foto : Kegiatan Forum Internasional SSAMN Annual Meeting tahun 2026 di Yunnan, Tiongkok menyoroti isu utama terkait pemanfaatan AI di dalam Dunia Jurnalistik.(ist)

Pemanfaatan AI di Dunia Jurnalistik, SSAMN : Peluang Bisnis Atau Tantangan Bagi Eksistensi Media Arus Utama

BeritaKalteng.com, YUNNAN – Hadir sebagai delegasi Indonesia di Forum Internasional South and Southeast Asian Media Network (SSAMN) Annual Meeting tahun 2026, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Julius M.Sinaga mengungkapkan persoalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik menjadi isu utama.

Kehadiran Julius Sinaga merupakan undangan resmi dari All China Journalists Association (ACJA). Ia hadir sebagai bagian dari delegasi JMSI yang merupakan organisasi konstituen Dewan Pers, sekaligus mewakili kapasitasnya sebagai Ketua Pengda JMSI Kalteng.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh ACJA di Kunming, Yunnan, Tiongkok (China). Forum tersebut mempertemukan delegasi dari 14 negara kawasan ASEAN dan Asia Selatan untuk membahas perkembangan media dan tantangan jurnalisme di era digital.

“Hari ini hari pertama konferensi. Kalau tidak dipadatkan, acaranya bisa sampai besok,” tulisnya melalui pesan whatsapp, Selasa (14/7/26)

Foto : Ketua JMSI Kalteng, Julius M. Sinaga saat menjadi delegasi Indonesia dalam Forum Internasional SSAMN Tahun 2026 di Yunnan, Tiongkok.

 

Dirinya menjelaskan, salah satu isu utama yang menjadi pembahasan dalam forum tersebut adalah dinamika situasi global serta perkembangan industri media dunia.

“Para peserta dari berbagai negara menyoroti semakin besarnya pengaruh konten kreator di ruang digital. Fenomena tersebut dinilai menjadi tantangan bagi media arus utama, karena sebagian masyarakat kini lebih mempercayai konten kreator yang dianggap mampu menyajikan fakta secara langsung,” bebernya.

Selain itu, perkembangan AI juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Mayoritas delegasi dari 14 negara sepakat bahwa AI menghadirkan peluang besar bagi dunia jurnalistik, namun sekaligus memunculkan tantangan, terutama dalam aspek akurasi dan verifikasi informasi.

“AI memang mempermudah pekerjaan jurnalistik, tetapi kelemahannya terletak pada proses verifikasi. Pada akhirnya, kualitas, kecepatan, ketepatan, dan informasi yang dapat diverifikasi akan menjadi penentu kemenangan dalam persaingan media,” ungkapnya.

Delegasi Indonesia yang mengikuti forum tersebut terdiri atas Ketua Umum JMSI Dr.Teguh Santosa, pendiri JMSI Mursid Yusmar, Ketua Pengda JMSI Lampung Ahmad Novriwan, Pengurus Pusat Bidang Luar Negeri JMSI Yopiandi Kurniawan, serta Farida Farhah dari Farah.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *