Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Bawaslu dan insan pers memiliki peran strategis yang sama dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat, edukatif dan dapat dipercaya publik. Karena itu, sinergi kedua pihak perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu.
Ketua PWI Kabupaten Barito Timur, Agustinus Bole Malo, Senin (22/6/2026) saat menjelaskan, sebagai narasumber untuk kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan yang diselenggarakan Bawaslu Barito Timur.
Turut mendampingi, kegiatan Agustinus anggota PWI Barito Timur, Anigoru. Selain itu, peserta juga menerima materi dari pemateri Ikatan Wartawan Online (IWO) Barito Timur, Muhammad Zakirin.
“Bawaslu dan pers memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kualitas demokrasi, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, menyampaikan informasi yang benar dan mengawasi jalannya proses demokrasi,” ujar Agustinus di hadapan peserta kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan tugas pengawasan di lapangan, tetapi juga bagaimana hasil dan proses pengawasan tersebut dapat dipahami masyarakat. Oleh sebab itu, peran kehumasan menjadi sangat penting sebagai jembatan antara lembaga dan publik.
“Kehumasan bukan sekadar mempublikasikan kegiatan, tetapi membangun kepercayaan publik, menjaga reputasi lembaga, menyampaikan informasi yang benar, menangkal hoaks dan mendekatkan lembaga dengan masyarakat,” katanya.
Ia juga menjelaskan, tantangan kehumasan saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus informasi di media sosial. Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, lembaga publik dituntut mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat dan mudah dipahami masyarakat.
“Informasi yang tidak disampaikan dengan baik akan kalah oleh informasi yang salah tetapi viral,” tegasnya.
Dalam pertemuan ini, Agustinus juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan media massa. Menurutnya, wartawan pada dasarnya mencari fakta, data, dampak, nilai berita dan narasumber yang kompeten. Karena itu, lembaga perlu terbuka terhadap konfirmasi, menyediakan data yang valid serta memberikan informasi secara tepat waktu.
Ia juga mendorong jajaran Bawaslu untuk menghadirkan pemberitaan yang lebih humanis. Menurutnya, masyarakat cenderung lebih tertarik pada informasi yang menampilkan manfaat, pengalaman dan dampak nyata suatu kegiatan dibanding sekadar laporan seremonial.
“Pemberitaan harus humanis dan berbasis fakta. Dokumentasi yang baik akan memperkuat publikasi,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta mendapatkan berbagai tips praktis mengenai teknik pengambilan foto yang baik untuk kebutuhan publikasi, mulai dari pengambilan gambar suasana kegiatan, interaksi peserta hingga foto yang memiliki nilai berita.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai produksi konten media sosial agar informasi pengawasan pemilu dapat dikemas lebih menarik dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Diakhir kegiatan, Agustinus menegaskan bahwa kerja pengawasan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diketahui dan dipahami masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu dan pers perlu terus dijaga untuk menghadirkan informasi yang kredibel sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam menjaga demokrasi.
“Kerja pengawasan akan lebih bermakna ketika diketahui dan dipahami masyarakat,” tegasnya.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah