Layanan Pariwisata Halal Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Wisatawan Muslim

 

PALANGKARAYA – Kegiatan rutin Pariwisata halal menjadi tren global yang semakin diminati oleh wisatawan Muslim. Salah satu jenis pariwisata halal yang menjanjikan adalah pariwisata alam.

Seperti yang disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Kalimantan Tengah, Bhayu Rhama, ST.,MBA.,PH.D bahwa Wisata alam menawarkan pengalaman yang menyenangkan bagi para wisatawan Muslim yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus memenuhi kebutuhan halal mereka.

“Pariwisata alam halal dapat dilakukan dengan menyediakan fasilitas dan layanan yang memenuhi kebutuhan halal wisatawan,” Kata Bhayu ketika menjadi narasumber pada kegiatan Talkshow pengembangan usaha halal “Sertifikat Halal Produk Makanan UMKM dan Potensi Prawisata Ramah Muslim di Kalimatan Tengah,” yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Kalteng, Jumat (05/5/2023) di Palangkaraya.

Beberapa contoh fasilitas yang bisa disediakan ujar Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya ini menambahkan adalah hotel atau penginapan yang menyediakan makanan halal, tempat sholat, serta pemandu wisata yang bisa membantu wisatawan Muslim dalam memenuhi kebutuhan mereka selama di tempat wisata.

Selain itu, pengelola wisata juga perlu memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan di area wisata. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan Muslim selama berwisata. Misalnya, menjaga kebersihan area wisata dan menyediakan tempat wudhu yang bersih dan nyaman.

Keindahan alam yang dipadukan dengan layanan pariwisata halal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Muslim. Sehingga, pariwisata alam halal memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan pendapatan di sektor pariwisata.

“Dalam upaya meningkatkan pariwisata alam halal, pemerintah dan pengelola wisata perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pariwisata halal. Dengan demikian, wisatawan Muslim dapat menikmati wisata alam dengan nyaman dan aman, sambil memenuhi kebutuhan halal mereka,” beber Asesor Nasional di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Magruf berharap kegiatan Talkshow pengembangan usaha halal “Sertifikat Halal Produk Makanan UMKM dan Potensi Prawisata Ramah Muslim di Kalimatan Tengah,” dapat menjadi instrumen baru.

“menjadi motivasi bagaimana sertifakat halal dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian masyarakat. BI terus mendorong ekonomi syariah diharapkan kedepan ekonomi halal dan ekonomi syariah terus berkembang,” kata Magruf

Sekedar menginformasikan, dalam kegiatan tersebut BI Kalteng juga menghadirkan sejumlah narasumber yakni H. Tuaini Selaku Ketua Satgas Layanan Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kalteng, dan Ketua UMKM PMEFS, Aqiedah Wahyuni, dan moderator Muhammad Noor Sayuti,B.A.,M.E. selaku Kaprodi Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI IAIN Palangka Raya.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *