Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Program Desa Swasembada, Ekonomi Hijau, dan Ketahanan Pangan (SEHATI) merupakan program yang akan diluncurkan oleh Kementerian Desa.
Terkait dengan kebijakan tersebut maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Sosial Kabupaten Barito Timur, Kamis (27/8/2026). Melaksanakan Sosialisasi Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan (SEHATI) di aula, peserta yang hadir berjumlah 17 Desa yang diundang untuk ikut program sehati.
“Ini sebenarnya sosilisasi awal, karena sosiliasi sebelumnya belum. Dengan maksud supaya desa-desa lebih siap punya jarak waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan diri mengikuti proyek sehati ini,” kata Plt DPMDSos Osa Awatnu.
Maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi adalah memberikan arah dan pedoman bagi pemerintah desa, terkait implementasi sehati.
“Sehati itu adalah proyek Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan untuk desa kelembagaan masyarakat desa, sasarannya proyek itu ada di pemerintah pusat dan kementerian desa berkerjasama dengan Bank Dunia. Itu ada anggaran untuk dikuncurkan kepada desa,” jelas Osa.
Walaupun program ini baru akan diluncurkan, Osa Awatnu meminta desa harus menyiapkan proposal salah satunya untuk keperluan ekonomi hijau, ketahan pangan, hilirisasi, dan produk unggulan desa.
“Tiga itu utamanya , jadi itu terintegrasi antara stekholdernya pemerintah desa, kelembagaan masyarakat, pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat,” katanya.
Dirinya juga menjelaskan, kegiatan desa harus menyatu yang mana kira-kira diunggulkan atau diprioritas desa menyangkut tiga hal diantaranya ekonomi hijau, ketahan pangan, dan hilirisasi produk unggulan desa itu yang kami harapkan.
“Syaratnya, internet desa harus bagus, desa sudah menyelenggarakan padat karya tunai, desa harus masuk indeks masuk kategori desa maju dan berkembang bukan desa tertinggal atau desa mandiri, bukan khusunya maju dan berkembang lanjut, Bundes harus aktif itu yang jadi sasarannya,” ujar Osa Awatnu.
Kemudian, dilanjutkan Osa Awatnu diperkirakan ditahun 2027 atau 2028 nanti dananya sudah bisa diminta atau dicairkan.
Sebelumnya, Osa meminta kepada desa harus segera dipersiapkan pertama aktifitas Bumdesnya usul rembuk bersama masyarakat kira-kira apa yang akan diusulkan terkait ekonomi hijau dengan ketahan pangan dan produk unggulan desa, yang mana pilihan mereka itu yang harus dipersiapkan desa dalam waktu yang ada, paling tidak proposal dulu.
“Kita harapkan desa paling tidak proposal awalnya dulu, bisa dibuat atau nanti kita bantu atau rembukan di kantor desa yang mana harus disempurnakan yang mana harus dipertajam lagi, kita harapkan begitu,” demikian. (ags)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah