Gubernur Kalteng menerima audiensi Kepala Dinas TPHP Prov Kalteng, Rendy Lesmana di Aula Serba Guna Istana Isen Mulang

Pemprov Kalteng Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Cetak Sawah 2025

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pelaksanaan program cetak sawah di berbagai wilayah. Program strategis ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi lahan tidur, memperluas areal tanam, sekaligus mewujudkan swasembada pangan di tingkat regional.

Sebagai bentuk percepatan program, Kementerian Pertanian bersama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran. Pertemuan berlangsung di Aula Serba Guna Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, Kamis (10/7/2025). Audiensi ini menjadi momentum penting dalam penyelarasan kebijakan pusat dan daerah terkait kesiapan teknis maupun strategis pelaksanaan cetak sawah tahun 2025.

Dalam paparannya, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menjelaskan potensi besar daerah dalam mendukung program cetak sawah, termasuk ketersediaan lahan serta kesiapan administrasi dan teknis. Ia menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya membutuhkan perluasan lahan, tetapi juga dukungan teknologi dan analisis data yang akurat melalui Survei Investigasi dan Desain (SID).

“Swasembada pangan adalah tujuan jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi antara teknologi dan kebijakan yang efektif, salah satunya melalui teknologi SID. Hasil rekomendasi SID menjadi dasar penting dalam konstruksi cetak sawah. Beberapa kabupaten yang telah menyelesaikan SID di antaranya Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Lamandau,” jelas Rendy.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, memberikan arahan mengenai pentingnya integrasi antara sistem irigasi dan pengembangan sawah baru. Menurutnya, data akurat berbasis SID menjadi kunci dalam penyusunan tata letak sawah, perencanaan jaringan irigasi, hingga evaluasi kelayakan lahan.

“Peta lahan berbasis SID sangat penting untuk memastikan efisiensi perencanaan cetak sawah. Program ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang memimpin audiensi, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program cetak sawah sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari bertambahnya luas sawah, tetapi juga peningkatan kesejahteraan petani dan kontribusi terhadap produksi pangan nasional.

“Kami menyambut baik inisiatif ini dan berharap pelaksanaan cetak sawah dapat dilakukan secara terpadu, melibatkan lintas sektor, serta memberikan manfaat besar bagi petani lokal di Kalimantan Tengah,” tegas Gubernur.

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan diskusi teknis yang membahas langkah-langkah strategis pelaksanaan program, mulai dari kesiapan daerah, pendampingan lapangan, aspek pembiayaan, hingga keberlanjutan infrastruktur irigasi. Pertemuan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi keberhasilan realisasi program cetak sawah tahun 2025 di Kalimantan Tengah.

(tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *