PALANGKARAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla) di Kalimantan Tengah merupakan tugas dan tanggungjawab bersama. Akibat dari karhutla itu sendiri memberikan dampak negatif hampir disetiap sektor, terlebih di sektor kesahatan.
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tertua, Universitas Palangka Raya (UPR) yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Terus aktif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut. Salah satunya dengan melaksanakan kerjasama dengan Shabondama Jepang untuk pengembangan Pilot Project Penelitian dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Teknologi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut.
Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S, melalui Ketua LPPM UPR, Dr. Evi Veronika, mengatakan bahwa gambut dapat menyimpan karbon dalam jumlah besar. Hal tersebut tentunya dapat memberikan manfaat bagi dunia.
“Dari beberapa penelitian sebelumnya, mereka sudah menghasilkan produk berupa sabun yang dapat digunakan untuk pemadaman hutan dan lahan,” kata Veronika, dalam sambutan kegiatan Kick Off Metting di kantor Rektorat UPR, Rabu (05/7/2023)
Dijelaksanya bahwa Shabondama merupakan salah satu perusahaan dari Jepang, yang mengembangkan teknologi memadamkan kebakaran dengan memanfaatkan sabun khusus, yang efektif dan efisien dalam penggunaan air serta ramah lingkungan.
“diperlukan air sekitar 200 liter untuk luas lahan satu meter persegi. Tetapi, bahan dari Shabondama hanya menggunakan 6-10 liter. Bahkan setelah 6 bulan, bekas pemadaman api dengan air sabun tersebut dapat ditumbuhi tanaman kembali,” katanya menambahkan.
Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat, akan mengalokasikan dana untuk penelitian terkait gambut dan menjadi kesempatan bagi donsen UPR agar dapat terlibat penelitian dengan Shabondama.
Tentunya akan memberikan sumbangan pengetahuan dan teknologi yang begitu besar dalam hal pemadaman kebakaran hutan dan lahan, ketika uji coba dan pelatihan yang dilakukan oleh UPR dengan Shabondama berhasil dengan baik.
Dirinya berharap agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, serta akan melakukan berbagai tindakan pencegahan.
“apabila kebakaran terjadi, kita telah memiliki cara yang dikembangkan oleh Shabondama Jepang, yang bekerjasama dengan UPR. Kita juga tidak lupa memyampaikan ucapan terima kasih kepada Shabondama atas kerjasama ini, semoga memberikan manfaat pada kedua belah pihak,” tutupnya.(*)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah