Terkait Wisata Wajib Vaksin, Ini Komentar Wakil Rakyat

FOTO : Instruksi.

 

BERITAKALTENG.com – PALANGKA RAYA – Dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, diketahui sejumlah pelonggaran diberlakukan. Namun dengan ketentuan dan batasan. Pelonggaran itu berlaku bagi sejumlah tempat usaha. Salah satunya usaha wisata.

Sementara itu, dalam surat edaran Wali Kota Palangka Raya nomor 368/03/Satgas Covid-19/BPBD/VIII/2021 tentang PPKM Level 4 disebutkan,.fasilitas umum, area publik, taman umum, tempat wisata umum da lainnya diizinkan beroperasi 25 persen, dengan menggunakan aplikasi “PeduliLindungi” dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Iya, kami mendukung adanya pemberlakuan sertifikat vaksin dengan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi, sebagai syarat masuk untuk berwisata,”kata Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi pada Selasa (31/8/2021).

Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat agar usaha wisata dapat terus kembali berjalan. Karenanya, penting bagi masyarakat termasuk pelaku usaha wisata memanfaatkan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi dan penerapan protokol kesehatan, untuk mencegah penularan Covid-19.

Hal itu merupakan salah satu syarat, karena ketika orang sudah divaksin dinilai memiliki daya tangkal terhadap Covid-19.

“Kalau semua orang sudah divaksin, berarti kekebalan secara komunal sudah bisa tercapai sehingga diharapkan bisa terhindar dari Covid-19,” tambah Hasan.

Disamping itu lanjut legislator Partai Golkar Kota Palangka Raya ini, bila melihat kondisi masyarakat secara ekonomi, maka saat inj semakin memprihatinkan. Sehingga adanya kebijakan dari pemerintah membuka keran ekonomi dengan tetap memperhatikan prokes, haruslah dijalankan

“Kita dukung upaya pemerintah, seperti membuka kembali kegiatan wisata dengan syarat sertifikat vaksin. Artinya pemerintah memperhatikan kesehatan dan ekonomi agar keduanya juga bisa berjalan,” jelasnya lagi.

Selebihnya Hasan meminta Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya, agar terus memantau pelaksanaan operasi wisata yang telah dibuka. Hal tersebut diperlukan demi mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebarnya Covid-19. (arl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: