Pekan Depan Operasi Patuh 2020 Digelar

FOTO : Wakapolres Bartim, Kompol. Donal Harianja ketika memimpin apel gelar pasokan, Rabu (22/7/2020) di Mapolres Bartim.

Beritakalteng.com, TAMIANG LAYANG – Dalam upaya meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dijalan raya serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam menggunakan protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19. Pekan depan, Jajaran Kepolisian Kabupaten Barito Timur (Bartim) akan melaksanakan kegiatan operasi patuh telabang 2020.

Wakapolres Bartim, Kompol. Donal Harianja ketika memimpin apel gelar pasokan yang dihadiri Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh, Pabung Kodim 1012/Btk, Kasat Pol PP, Kadis Kesehatan, Kacab Jasa Rahaja, Danramil 04/Tamiang Layang berserta Para perwira dan Para Kapolsek menyampaikan, Operasi Patuh 2020 digelar secara serentak diseluruh indonesia mulai kamis, 23 Juli 2020 sampai dengan 5 Agustus 2020.

“operasi ini merupakan yang pertama dilakukan disaat pandemi Covid-19. Tapi yang jelas kita mengutamakan pencegahan dulu langkah-langkah represif dan preventif disamping itu untuk edukasi masyarakat dengan harapan masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas sehingga terciptakan situasi” kata Donal Harianja, Rabu (22/7/2020).

Ia menambahkan, operasi patuh 2020 ini bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan berlalu lintas. sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan cinta tertib berlalu lintas.

Menurutnya lebih dalam, Razia kali ini lebih mengedepankan langkah pencegahan dan sosialisasi sebelum adanya penindakan.

” Kamseltibcarlantas yang tertib dan juga terlaksana sosilisasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan, menuju kebiasaan baru dengan harapan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19,” ucapnya menambahkan.

Untuk lokasi kegiatan akan dilakukan wilayah hukum Polres Barito Timur. Lebih tepatnya, tempat-tempat yang rawan menjadi pelanggaran akan menjadi fokus utama.

“cara bertindak dilakukan dengan represi 40% preventif 40% edukasi masyarakat 20%. Dan hindari tindakan yang kurang simpatik pada momentum operasi ini,” upungkasnya.(ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: