Waket DPRD Barsel Minta Seluruh Desa Jadikan Mabuan Sebagai Contoh

Desa Tangguh : Hadiri launching desa tangguh, Senin (29/6/2020), Waket II DPRD Barsel, Hj. Enung Irawati, apresiasi kesiapan desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, sebagai wakil Barsel dalam lomba ‘Desa Isen Mulang’ Polda Kalteng.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Ditetapkannya desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan sebagai contoh desa tangguh oleh Kapolres dan Bupati setempat, menuai apresiasi dari Wakil Ketua II DPRD Bumi Batuah itu, Hj. Enung Irawati, Senin (29/6/2020).

Apresiasi ini, disampaikan oleh politisi PKB Barsel itu, kepada awak media seusai mengikuti pelaksanaan launching desa tangguh ‘Desa Isen Mulang’ oleh Kapolda Kalimantan Tengah, di Desa Mabuan.

“Saya sangat mengapresiasi atas kemajuan desa Mabuan yang dilihat dari segala bidang di tengah masyarakat, sudah sangat memadai. Apalagi Mabuan sudah terpilih sebagai desa yang mengikuti lomba desa tangguh Polda kalteng,” apresiasi Enung.

Ia mengatakan, bahwa apa yang dia lihat di desa yang berpenduduk sekitar 167 Kepala Keluarga (KK) itu, sudah sangat layak untuk dijadikan contoh oleh desa-desa lainnya di seluruh wilayah kabupaten bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.

“Tentunya ini adalah hal yang luar biasa, dan harapan saya kedepannya Mabuan bisa lebih maju lagi, serta bisa menjadi contoh dan diikuti oleh desa-desa lainnya yang ada di wilayah kabupaten Barsel,” harapnya.

Untuk diketahui, desa Mabuan adalah satu desa terdekat dari Kota Buntok, yakni hanya berjarak sekitar 7,5 Km dari pusat kota.

Kemudian, di desa yang memiliki luas wilayah 31 Km persegi ini, karena kearifan lokal dan budaya masyarakat yang masih lekat dengan adat istiadat, selain berpotensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata budaya, Mabuan yang berada tepat di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, juga menyimpan potensi wisata bahari susur sungai dengan pemandangan menakjubkan.

Dengan hampir 80 persen penduduk berprofesi sebagai petani sawah padi, Mabuan mempunyai nilai lebih dalam hal ketahanan pangan. Bahkan selain padi, warga di desa setempat, sebagian besar juga diketahui gemar membudidayakan ikan dan memiliki kebiasaan menanam sayur mayur di pekarangan rumah masing-masing.

Selain karena budaya, sikap warga desa yang juga peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, membuat Mabuan selama ini tercatat tidak pernah mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Semua warga sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan, kepatuhan terhadap protokol kesehatanlah yang membuat desa yang merupakan perlintasan dari beberapa desa untuk menuju dan keluar kota Buntok ini, kini aman dari adanya penyebaran virus korona (Covid-19).

Dengan adanya pengaktifan posko pantau kesehatan yang memenuhi standar keamanan Covid-19 serta gerakan-gerakan pencegahan lainnya oleh pemdes dan masyarakat, membuat Mabuan bebas dari catatan penularan penyakit yang disebabkan oleh Sars Cov 2 itu.

Itulah yang membuat Mabuan, masuk kategori sebagai satu-satunya desa perwakilan Barsel dalam ajang lomba desa tangguh ‘Desa Isen Mulang’ yang diselenggarakan oleh Polda Kalteng dalam rangka menyambut HUT Ke-74 Bhayangkara tersebut.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: