Potensi Penularan Covid-19 Cukup Tinggi, Pemda Kotim Terus Imbau Warga Terapkan Protokol Kesehatan

Foto : Ilustrasi

Beritakalteng.com, SAMPIT – Potensi penularan Covid-19 di daerah ini masih tinggi. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotim akan terus berupaya menangani pandemi virus ini dengan melakukan deteksi dini melalui tes cepat atau rapid test,” kata SHD, sapaan Supian Hadi, Selasa (9/6/2020).

Kepedulian masyarakat juga sangat berpengaruh dalam memutus mata rantai penularan covid-19.  Yakni dengan menerapkan protocol kesehatan. Seperti selalu pakai masker, rutin cui tangan pakai sabun, dan jaga jarak serta yang lainnya.

Menurut dia, pemerintah daerah sudah dua pekan ini melakukan rapid test massal di sejumlah pasar tradisional di Kotim. Karena pasar dinilai sangat rawan penularan Covid-19. Sebab interaksi masyarakat cukup tinggi.

Seperti saat melakukan rapit test terhadap 100 orang di Pasar Simpang Sebabi Kecamatan Telawang. Hasilnya, terdapat 11 spesimen yang dinyatakan reaktif.

“Saat kita melakukan rapit test di Pasar Simpang Sebabi, Kecamatan Telawang terdapat 11 orang yang hasilnya reaktif dan mereka langsung kami bawa untuk dilakukan isolasi dan ditangani secara intensif di Klinik ODP yang ada di Kabupaten Kotim,”  ungkapnya.

Supian Hadi juga menambahkan, dengan adanya 11 orang reaktif tersebut, menambah daftar panjang hasil reaktif Covid-19 saat pemeriksaan di pasar tradisional. Karena sebelumnya, pemeriksaan juga dilakukan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Saat itu, terdapat tiga orang reaktif. Sementara di Pasar Keramat, Kecamatan Baamang, ada dua orang reaktif. Di Pasar Subuh dua orang reaktif, Pasar Parenggean tujuh orang reaktif dan Pasar Umar Hasyim Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan enam orang reaktif dan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan hasil delapan orang reaktif Covid-19.

“Walaupun hasil reaktif memang belum tentu menunjukkan positif Covid-19. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan swab di laboratorium. Karena banyaknya spesimen reaktif hasil rapid test menunjukkan potensi penularan Covid-19 di kabupaten ini masih cukup tinggi. Seperti yang terjadi enam orang reaktif di Pasar Umar Hasyim Samuda, ternyata lima orang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium,” ungkapnya.

Saat ini, total pasien positif Covid-19 di Kotim sebanyak 26 orang. Yang terdiri dari 9 orang masih dirawat, 15 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia. Terjadi peningkatan pada orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 11 orang, sehingga total menjadi 57 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada satu orang.(dro/a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: