Stok Pangan Aman Menjelang Hari Raya Iduladha 1440 H

MONITOR : Sekretaris DKP Kotim Joni Parwoto saat monitoring kesiapan penyaluran beras dari Gapoktan untuk Toko Tani Indonesia di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

beritakalteng.com – SAMPIT – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali merilis kebutuhan serta stok pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di Kabupaten Kotawaringin Timur. Khususnya menjelang Hari Raya Iduladha 1440 H. Hasil pantauan DKP, stok pangan di Kotim tetap aman menjelang hari raya kurban.

Seperti beras. Pada Agustus 2019 mengalamai kenaikan kebutuhan dari normal 3.684 ton menjadi 3.868 ton. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat mengalami peningkatan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kotim Joni Parwoto menjelaskan komoditi kacang tanah relatif tidak mengalami peningkatan signifikan. Tetap di angka 12 ton atau normal. Untuk komoditi bawang merah kebutuhan bulan normal 281 ton menjadi 296 ton pada Agustus 2019. Cabai mengalami peningkatan dari 132 ton bulan normal, menjadi 138 ton kebutuhan Agustus 2019.

“Sementara untuk daging sapi dari kebutuhan bulan normal 58 ton menjadi 60 ton pada Agustus 2019,” jelasnya, Selasa (6/8/2019).

Ditambahkannya, untuk daging ayam ras mengalami kenaikan dari 426 ton pada bulan normal menjadi 447 ton. Telur ayam ras mengalami kenaikan dari 167 ton pada bulan normal menjadi 176 ton pada Agustus 2019. Gula mengalami kenaikan dari 357 ton pada bulan normal menjadi 375 ton pada Agustus 2019. Komoditas minyak goreng mengalami kenaikan dari 164 ton pada bulan normal menjadi 172 ton pada Agustus 2019.

Joni juga mengatakan kebutuhan bahan pokok masyarakat merupakan kebutuhan orang banyak yang pada hakekatnya sangat diperlukan sehari-hari. Sehingga pengadaan dan kelancaran distribusinya perlu terjamin, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan jumlah kebutuhannya dengan harga yang wajar dan dapat terjangkau.

“Hambatan dalam pengadaan dan distribusi dapat menimbulkan kelangkaan persediaan barang serta terjadinya lonjakan harga yang pada akhirnya berdampak pada gejolak sosial dalam masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, kelangkaan barang dan lonjakan harga setidaknya dapat diantisipasi. Apabila telah diketahui perkiraan kebutuhan pengadaan baik dari produk lokal, luar daerah maupun impor serta perkiraan stok setiap jenis komoditi kebutuhan pokok dan barang penting lainnya.

“Prognosa ketersediaan pangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan acuan bagi Kabupaten Kotawaringin Timur dalam menyusun rencana kebutuhan pengaturan pengadaan dan distribusi serta pengamanan stok. Dapat dilihat lonjakan harga serta ketersediaan pangan pada hari besar keagamaan nasional dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Sehingga diperlukan penyusunan prognosa ketersediaan pangan pada HKBN (bulan puasa, Idulfitri, Iduladha, Natal dan tahun baru) khususnya pada 2019,” tambahnya.

Prognosa ini untuk memberikan gambaran rencana pemenuhan kebutuhan bahan pokok dalam menghadapi hari-hari besar. Sehingga dapat diupayakan langkah antisipasi untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan sesuai kemampuan daya beli masyarakat. Dasar hukum penyusunan prognosa kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN) 2019, adalah UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Khususnya saat menghadapi Iduladha pada 11 Agustus mendatang.

“Komoditas yang menjadi sorotan yaitu beras, kacang tanah, bawang merah, cabai merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula dan minyak goreng,” ungkapnya. (agg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: