Laka Lantas di Barsel Tahun 2019 Naik 100 Persen Dibanding 2018

Pers Rilis : Kapolres Barsel, AKBP Devy Firmansyah, SIK, saat memberikan keterangan pers akhir tahun, di Halaman Mako Polres Barsel, Selasa (31/12/2019).

Beritakalteng.com, BUNTOK – Jajaran Polres Barito Selatan, melaporkan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) disepanjang tahun 2019 naik menjadi 44 kasus, atau naik sebesar seratus persen dibanding tahun 2018 yakni sebesar 22 kasus.

Informasi ini, disampaikan oleh Kapolres Barsel, AKBP Devy Firmansyah, SIK, dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Halaman Polres Lama, di Jalan Tugu, Kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, Selasa (31/12/2019).

“Untuk laka lantas tahun 2018, tercatat disini ada 22 kasus, kemudian di tahun 2019 ini ada 44 kasus, sehingga ini ada trend kenaikan sebanyak seratus persen,” terang Devy.

Namun, sambung Devy, untuk penyelesaian laka lantas, jajaran Satlantas Polres Barsel naik sebesar seratus persen, yakni dari 22 kasus tahun 2018 menjadi 44 kasus tahun 2019.

“Namun untuk penyelesaian kasus, dari 22 jadi 44 mengalami kenaikan juga,” akuinya.

Selanjutnya, pria yang pernah menjabat sebagai Kasubbid Tipidkor Polda Kalimantan Tengah ini, juga membeberkan bahwa, dari semua kenaikan kasus laka lantas tersebut, diikuti dengan naiknya jumlah korban jiwa, yakni sebanyak 4 orang di tahun 2018 menjadi 6 orang di tahun 2019, atau naik sebesar 50 persen.

Sementara itu, untuk korban luka berat justru trendnya menurun sebesar 55,6 persen, yakni dari 9 korban pada tahun 2018 menjadi 4 korban pada tahun 2019.

Kenaikan terbesar, justru pada korban luka ringan, yakni sebesar 44 orang pada tahun 2019 dari 11 orang pada tahun 2018, atau naik sekitar 300 persen.

Sedangkan untuk kerugian materiil, tercatat pada tahun 2019 sebesar Rp.34.150.000 atau naik sebesar Rp.500.000 dibanding tahun 2018 yang kerugiannya ditaksir sebesar Rp.33.650.000.

Untuk pelanggaran dan vonisnya, dilaporkan turun sekitar lima persen, yang pada tahun 2019 ini sebanyak 1910 atau turun sebanyak 119 pelanggaran dibanding tahun 2018 yang tercatat sebanyak 2029 pelanggaran.

Dari laporan tersebut, uang pendapatan negara berdasarkan hasil denda pelanggaran, naik dari tahun 2018 sebesar Rp.383.250.000 menjadi Rp.465.550.000 di tahun 2019.

“Disini ada peningkatan sebesar Rp.82.300.000,” tutup Kapolres. (Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: