GEMPITA Kalteng Tolak Keras Impor Beras

 

BeritaKalteng, Palangka Raya- upaya swasembada beras yang dilakukan oleh Pemerintah selama tiga tahun terakhir perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi, serta menjadi tugas bersama dalam membantu dan menjaga harapan dari para petani untuk terus bertani.

Hal inilah yang disampaikan oleh Ketua Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Provinsi Kalimantan Tengah Andi Wiyasa, jika negara Indonesia impor beras maka para kaum petani kita akan terancam hasil panennya.

“saatnya kita semua bersama kaum tani menentukan sikap demi negara dan korps kebanggaan kita, stop opsi Impor beras dan kita berjuang buat kedaulatan petani, bahwa kita hadir menjaga petani Indonesia, demi merah putih” ujar Andi Wiyasa sabtu (13/01) kemarin.

Disisi lain, Sekretaris GEMPITA Kalteng Bakti Yusuf Irwandi mengatakan, bagaimana mungkin tega impor beras. sementara hari-hari ini di beberapa daerah lagi gencar-gencarnya para kaum tani sedang panen-panennya padi sampai produksi memuncak pada bulan maret 2018.

“Saya mewakili rekan-rekan dan kaum kelompok tani lainya, dengan tegas Impor Beras. justru kita harus singsingkan lengan baju turun ke lapangan berjuang dan bergerak bersama petani sehingga hasil-hasil panen padi dari petani bisa menjadi konsumsi di negeri ini bahkan negara kita bisa terus ekspor bukan lagi impor.” ujar Bakti menambahkan.

Ia menambahkan, memasuki tahun politik 2018 ini, khsusunya di beberapa Provinsi di Daerah Jawa. maka issue-issue liar yang di mainkan oknum di negeri ini soal ketersediaan pangan sangat seksi dan mengigit. seolah-olah tidak tersedia.

Menurutnya isu yang dilemparkan tersebut sangat lucu sekali. faktanya mengatakan sebaliknya. Untuk itu Gerakan Pemuda Tani Indonesia di seluruh pelosok negeri berkomikmen akan selalu ada, dan tidak akan tinggal diam.

“kami akan gempur, gempur dan gempur yang akan menghalangi kedaulatan hasil pertanian kaum petani dan kami akan terus berada di garda terdepan bersama kaum petani akan terus berjuang sampai akhir dan akan terus “NYATAKAN TOLAK IMPOR BERAS” ini soal KEJAYAAN PETANI INDONESIA”. Tegasnya lebih dalam lagi.

Ia menginformasikan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan dengan tegas bahwa di Januari 2018 produksi padi diprediksi mencapai 4,5 juta ton dengan ketersedian beras sebanyak 2,8 juta ton dan konsumsi beras 2,5 juta ton.

Sehingga sampai pada Maret 2018 produksi padi diprediksi kembali meningkat 11,9 juta ton GKG , dengan ketersediaan beras sebanyak 7,47 juta ton dan konsumsi 2,5 juta ton. Artinya surplus 4,971 ton.

Dari jumlah tersebut terdiri dari lahan panen di Jawa Barat seluas 222.186 hektar, Jawa Tengah 335.723 hektar, Jawa Timur 237.626 hektar dan provinsi lainnya 842.856 hektar dengan total luas wilayah panen mencapai 1.638.391 hektar, ungkap Kementan.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: