
Beritakalteng,com, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo mengingatkan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk melakukan langkah antisipatif, seiring meningkatnya urbanisasi di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Mengapa hal tersebut perlu dilakukan kata dia, tidak lain agar seiring lonjakan penduduk jangan sampai menimbulkan persoalan sosial dan infrastruktur.
“Urbanisasi yang terus berkembang harus juga diiringi dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik,” ungkapnya, Senin (16/6/2025).
Tanpa hal tersebut lanjutnya, maka potensi munculnya masalah seperti kepadatan lalu lintas, keterbatasan hunian layak, hingga tingginya kebutuhan lapangan kerja bisa menjadi tantangan.
Oleh karena itu, pertambahan jumlah penduduk harus dijawab dengan kesiapan dari sisi pelayanan publik dan penataan kota. “Termasuk memperkuat sistem pengawasan agar dampak negatif bisa dicegah sedini mungkin,” tambahnya.
Disisi lain Sigit menilai pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dunia usaha dan masyarakat, dalam mengelola perubahan demografis. Menurutnya, penyediaan fasilitas umum seperti transportasi, pendidikan, dan air bersih harus menjadi prioritas pembangunan.
Ia juga menambahkan, pengawasan terhadap pembangunan permukiman dan pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara cermat. Ia mengingatkan agar pertumbuhan kota tidak berlangsung tanpa arah atau tanpa perencanaan yang matang.
“Penting bagi semua pihak untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kualitas hidup warga. Kebijakan yang dirancang perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan,” ucapnya.
Terlepas dari itu legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyampaikan aspirasi serta ikut memantau jalannya kebijakan pemerintah.
“Kolaborasi penting dilakukan guna memastikan proses urbanisasi di Palangka Raya berjalan secara tertata dan memberi manfaat luas untuk kedepannya,” tutupnya. (Red/Vd)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah