PALANGKARAYA – Dengan berbagai sosialisasi yang sudah dilakukan selama ini diharapkan dapat meminimalisir berbagai bentuk kasus kekerasan seksual khususnya di lingkungan kampus.
“kita berharap, sosialisai ini tidak hanya sampai sini ja, tetapi dilakukan berkelanjutan supaya kasus kekerasan seksual bisa terus ditekan,” kata Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Palangka Raya, Rosana Salampak, Kamis (7/9/2023).
Kegiatan sosialisasi penangana dan pencegahan kekerasan seksual pada lingkungan perguruan tinggi yang dilaksankan di Aula Rahan dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan dosen dari masing-masing Fakultas.
Lanjut Rosana, merupakan salah satu upaya pencegahan yang harus terus dilakukan melalui berbagai kegiatan salah satunya sosialisasi dan melakukan kerjasa sama dengan pihak terkait.
Disisi lain, Ketua LPPM UPR, Dr. Ir. Evi Veronica, M.S. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan yang sedang gencar untuk disampaikan dalam rangka memerangi dan menghapus salah satu dosa besar dalam pendidikan yaitu Kekerasan seksual.
“Aksi ini membuka wawasan dan pengetahuan dalam penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi terutama di Universitas Palangkaraya,” beber Evi.
Dengan aksi sosialisasi ini, kata Evi menambahkan dapat memberikan informasi sejauh mana civitas akademika dan tenaga pendidikan di UPR terlindungi dari tindakan kekerasan seksual, dan mengetahui kemana melapor jika ada hal tindakan kekerasan seksual terjadi.
“Semoga sosialisasi ini membawa manfaat bagi kita semua dan ayo kita perangi bersama Kekerasan Seksual di Kampus Kita UPR sehingga UPR menjadi semakin Unggul dan berkarakter,” bebernya menambahkan.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Seksual (PPKS) UPR, Kiki Kristanto menyampaikan, sosialisasi gencar dilakukan dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman civitas akademika dan tenaga kependidikan UPR tentang pentingnya Pencegahan Dan penanganan Kekerasan Seksual yang merupakan salah satu Dosa Besar dalam Pendidikan.
“Tentunya keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual di perguruan tinggi,” kata Kiki menambahkan.
Dengan adanya aksi ini ujarnya lagi, diharapkan semua pihak dapat memahami pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.(a2)
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah