Foto :

Gugus Tugas Covid-19 Kalteng Turunkan Tim Satgas Pangan Kendalikan Bahan Pokok

Foto : Kepala Gugus Tugas Pencegahan dan Antisipasi Corona Virus (Covid-19) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S Ampung

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Kepala Gugus Tugas Pencegahan dan Antisipasi Corona Virus (Covid-19) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S Ampung menyebutkan, ada beberapa aspek yang akan menjadi tugas dari tim satgas yang telah terbentuk ini, yang mana secara umum, dampak adanya Covid-19, selain berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga akan berpengaruh pada sektor perkenomian masyarakat, terutama pada stabilitas harga dan inflasi sejumlah komoditas bahan pokok.

Leonard mengatakan, pada saat rapat yang dihadiri sejumlah unsur pimpinan SOPD dan Forkopimda provinsi, ada beberapa hal yang dibahas, salah satunya adalah dampak perekonomian, dari adanya Covid-19 ini.

Untuk itu, lanjut Leonard menyampaikan bahwa pihaknya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), beserta tim satgas pangan akan sesegera mungkin melakukan pengawasan terhadap harga sejumlah bahan pokok, yang ada di sejumlah pasar di Kalteng.

“Ini dilakukan, dalam rangka memastikan ketersediaan bahan pokok, dan meminimalisir terjadinya inflasi dari sejumlah komoditas bahan pokok,” Ucap Leonard, Selasa (17/03).

Pengawasan atas harga sejumlah komoditas bahan pokok, menjadi hal penting dilakukan oleh Pemprov Kalteng melalui kordinasi Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, bersama para stakeholder terkait, lanjut Leonard menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan, dan selalu mengupdate hasilnya.

“Kami juga akan membuka posko informasi, yang terpusat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya. Jadi, kawan-kawan media ataupun masyarakat, dapat mengakses langsung informasi perkembangan nya, setiap harinya disana”, Imbuh Leonard menambahkan.

Sambungnya, tentunya Gugus Tugas akan berupaya optimal, dalam menjalankan tugasnya, mengingat aspek penanganan yang  dilakukan cakupannya pun cukup luas, tidak hanya pada bidang kesehatan saja, tapi juga pada bidang lainnya, seperti perekonomian, pendidikan, sosial dan lain sebagainya.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan hasil pantauan lapangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Palangka Raya, dengan adanya isu Covid-19, harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik.

Seperti, komoditas gula pasir, yang sebelumnya juga telah terjadi inflasi, kini ditambah lagi dengan adanya isu tersebut, yang mana beberapa waktu lalu, harga gula pasir masih berada di kisaran Rp. 12.000 per kilogram, sekarang naik berada di kisaran harga Rp. 18.000 per kilogramnya, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat. Sementara, untuk harga komoditas bahan pokok lainnya, masih belum terpantau.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *