Muhammad Ansyari

Dorong Penguatan Budaya Membaca sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Generasi Muda di Kalteng

Palangka Raya, Beritakalteng.com – Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, mendorong penguatan budaya membaca untuk meningkatkan kualitas generasi muda. Kebiasaan membaca dinilai penting dalam menambah wawasan, memperluas pengetahuan, serta membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Ia juga menegaskan bahwa membaca perlu ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Kebiasaan tersebut dapat membantu anak-anak dan generasi muda mengenal berbagai informasi baru serta meningkatkan kemampuan memahami materi pembelajaran.

Ansyari menyebut bahwa wawasan, membaca juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

“Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca. Orang tua dapat memberikan contoh dengan menyediakan waktu membaca bersama anak serta mengenalkan buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat mereka,”ungkap Ansyari, Jumat (23/10/2026).

Ia kembali menekankan bahwa di lingkungan sekolah, budaya membaca dapat diperkuat melalui kegiatan literasi, pemanfaatan perpustakaan, dan penyediaan bahan bacaan yang menarik. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat peserta didik lebih tertarik menjadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas harian.

“Untuk Pemerintah daerah juga diharapkan terus mendukung peningkatan minat baca masyarakat melalui penyediaan fasilitas literasi yang mudah dijangkau. Perpustakaan yang nyaman, koleksi buku yang beragam, dan kegiatan membaca bersama dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan positif,”tegasnya.

Sebelumnya, Akses terhadap bahan bacaan perlu diperhatikan agar kesempatan memperoleh pengetahuan dapat dirasakan secara merata. Masyarakat di wilayah perkotaan maupun perdesaan diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan buku dan sumber informasi yang berkualitas.

“Setiap di tengah perkembangan teknologi digital, generasi muda juga dapat memanfaatkan buku elektronik dan sumber bacaan daring. Namun, mereka perlu dibekali kemampuan memilih informasi yang benar, memahami isi bacaan, serta membedakan informasi terpercaya dari informasi yang menyesatkan,”tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mengembangkan kegiatan literasi. Pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas membaca, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menghadirkan kegiatan yang menarik serta sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

“Kegiatan seperti membaca bersama, diskusi buku, dan berbagi pengetahuan dapat menjadi cara untuk meningkatkan minat baca. Melalui kegiatan tersebut, membaca tidak hanya menjadi aktivitas individu, tetapi juga sarana untuk membangun interaksi dan memperluas wawasan bersama,”imbuhnya, Jumat (23/10/2026).

Menyatatakan bahwa adanya penguatan budaya membaca juga diharapkan mampu membantu generasi muda menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja. Pengetahuan yang luas, kemampuan memahami informasi, serta kebiasaan belajar secara mandiri merupakan bekal penting untuk meningkatkan kualitas diri.

Lebih lanjut, karena itu, budaya membaca perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan ketika ada tugas sekolah. Dengan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari, generasi muda dapat terus belajar, mengembangkan potensi, dan mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat.

“Melalui penguatan budaya membaca, generasi muda Kalimantan Tengah diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, kreatif, dan memiliki daya saing. Dukungan bersama dari keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun generasi berkualitas untuk masa depan daerah,”pungkasnya. (Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *