Cegah Karhutla Meluas, Bupati Minta Aktifkan Posko Karhutla Secara Maksimal

Beritakalteng.com – Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M. Yamin meminta jajaran instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk dengan mengaktifkan posko hingga tingkat Kecamatan.

Permintaan itu disampaikan M. Yamin dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla, Senin (14/9/2026). Karena itu, pemerintah memilih memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan agar kejadian dapat ditekan serta tidak berkembang menjadi luas.

“Posko kita geser ke wilayah yang banyak terjadi Karhutla. Personel dan sarana dan prasarana juga harus didekatkan ke titik-titik rawan, sehingga ketika terjadi kebakaran, respons bisa lebih cepat,” kata Bupati M Yamin.

Menurutnya, posko karhutla terdekat perlu dimaksimalkan dengan melibatkan camat, aparat desa dan petugas dilapangan.

Dikatakan Bupati, dalam rapat tersebut ada beberapa kecamatan yang sudah merangkum jumlah data kebakaran. Untuk kecamatan Karusen Janang ada 82 kejadian karhutla terbanyak dengan luas lahan sekitar 146,5 hektar. Kemudian, dua rumah yang tak berpenghuni juga ikut terbakar. Jadi perkiraan wilayah terbakar mencapai 920 hektare.

Untuk Kecamatan Pematang Karau, ada 40 kejadian dengan luas terbakar sekitar 147,5 hektar. Dari Desa Muara Plantau menjadi perhatian khusus, sebab, wilayah tersebut sudah terbakar mencapai 200 hektar.

Lanjut, Kecamatan Raren Batuah, terkhusus Desa Puri sering menghadapi karhutla berulang-ulang. Sementara, Desa Baruyan, Tangkum, Turan Amis, dan Puri juga dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Kini, Kecamatan Paju Epat sudah mengalami 22 kejadian karhutla dengan luas wilayah 50 hektar. Potensi kebakaran 100 hektar diwilayah Desa Siong, terutama kawasan pertanian. Terakhir, Kecamatan Patangkep Tutui sejumlah 19 kejadian dan Dusun Tengah 15 kasus karhutla terbakar sekitar 10,4 hektar.

“Enam wilayah posko direncanakan, diantaranya Posko Dusun Tengah, dicover Pematang Karau, Dusun Tengah serta Raren Batuah. Posko Karusen Janang, Paju Epat, Patangkep Tutui yakni Paku dan Awang serta Posko Induk di halaman Kantor Bupati Barito Timur,” jelas M Yamin.

Dijelaskan Bupati, untuk posko Karusen Janang dan Paju Epat nantinya akan diperkuat dengan mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki. Dengan adanya penempatan ini, diharapkan bisa memangkas waktu dan jarak untuk menuju ke lokasi.

“Forkompinda telah memperkuat sejumlah personil sebanyak, Kepolisian 300 anggota personel, 100 personil dari Polres Pulang Pisau, lanjut, TNI dari Danyonif TP 924/ Uria Mapas sebanyak 500 personel,” jelas Bupati.

Dalam pelaksanaan di lapangan, posko terpadu melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI Polri, masyarakat serta pihak swasta. Keterlibatan perusahaan dinilai penting karena dunia usaha juga memiliki kepentingan menjaga kawasan operasional dan aset mereka dari ancaman kebakaran.

“Semua harus bergerak sesuai tugas dan wilayah masing-masing. Yang menjadi prioritas adalah daerah yang paling banyak terdampak dan daerah yang memiliki potensi kebakaran besar,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *